KPID Harus Konsisten Kawal Isi Siaran

SEMARANG, KRJOGJA.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) harus lebih diperkuat untuk mengawal isi siaran di radio dan televisi, dan untuk mengoptimalkan sistem pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan hal ini saat melantik tujuh anggota KPID Jateng di gedung Gradhika Bhakti Praja di Semarang Senin (13/3/2017). Tujuh anggota KPID Jateng periode 2017-2020 yang dalmnatik adalah Budi Setyo Purnomo, Asep Cuwantoro, Setiawan Hendra Kelana, Asep Cuwantoro, Tazkiyyatul Muthmainnah, Sonakha Yuda Laksono, Muhammad Rofiuddin dan Dini Inayati.

Penguatan kelembagaan KPID juga untuk melakukan pengaturan, pengawasan, dan pembinaan penyiaran di Jawa Tengah. KPID Jateng harus bisa memastikan masyarakat memperoleh informasi yang layak dan benar serta hiburan yang sehat dan mendidik.
KPID juga harus mampu menjembatani aspirasi dan kepentingan masyarakat dengan institusi pemerintah dan lembaga penyiaran.
“Tantangan KPID semakin berat dengan maraknya tayangan televisi dan siaran radio yang sering ”kebablasan” dari makna kebebasan berekspresi, serta maraknya berita bohong (hoax) yang meng-ekspose isu-isu sensitif seperti suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), yang berpotensi memecah belah bangsa dengan faham intoleransi,” tegas Gubernur.

Semua itu, imbuh Ganjar, harus diwaspadai dan diluruskan. Masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa kebebasan berekspresi bukan berarti bebas tak terbatas, bukan berarti bebas menghina, bebas mencaci, dan bebas menghakimi. Kebebasan harus dimaknai sebagai kebebasan yang bertanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk itu menurut Gubernur, KPID mesti berperan menjadi pembina dan wasit lembaga penyiaran, khususnya dalam mewujudkan siaran yang sehat dan bermartabat serta dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam menangkal berita-berita hoax. Pimpinan lembaga penyiaran juga mesti memegang teguh Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang telah ditetapkan oleh KPI, karena lembaga penyiaran juga memiliki tanggung jawab dalam pembentukan moral bangsa.

Ketua KPID Jateng Budi Setyo Purnomo usai dilantik mengatakan, sebagai lembaga independen, KPID Jateng dituntut untuk bekerja secara profesional mengawal penyiaran di provinsi ini, baik media televisi maupun radio. Kelembagaan KPID juga mesti diperkuat agar pengawasan yang dilakukan lebih optimal.

KPID berharap adanya peran aktif masyarakat untuk mengawal dan mengawasi lembaga penyiaran, sehingga isi siaran yang disampaikan adalah informasi yang sehat dan berdampak positif untuk mewujudkan masyarakat yang bermartabat dan cerdas. “Jika KPID kuat, siaran sehat, publik pun menjadi bermartabat dan cerdas,” ujarnya. (Bdi)

BERITA REKOMENDASI