Kubur Bangkai Kucing Pakai Kain Mori Dikeroyok

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG(Krjogja.com) – Suharto (56) tidak menyangka penghormatan terakhir terhadap binatang peliharannnya, seekor kuncing yang mati dikubur layaknya orang meninggal justru mengundang celaka. Bahkan, warga di kawasan nelayan Tambak Mulyo, Tanjung Emas, Semarang dikeroyok keponakan sendiri.

 

"Saya mengubur kuncing kesayangan yang mati dengan membungkus kain mori dan menaburi dengan bunga. Tetapi.tidak tahu tiba tiba keponakan mengajak empat orang rekannya dengan membawa senjata tajam, termasuk alat cangkul menyerang", ungkap Suharto ketika melapor kepada aparat Polrestabes Semarang, Rabu(2/11). Selaian, Suharto yang mengalami luka pada  dahi sobek di jahit 5,  punggung dan tangan luka sobek dan  pelipis luka sobek dijahit, juga anaknya, Agung Fauzi (26) mengalami nasib sama.

Agung dikeroyok dan bagian pelipis dihantam cangkul karena mencoba membela dari serangan sepupunya,Shy (36) dan teman temannya.
Peristiwa berdarah itu,menurut keterangan berawal Suharto pada Senin (31/10) petang mengubur kucing kesayangannya yang mati. Cara ngubur di dekat rumahnya dengan prosesi layaknya jenazah dengan dibungkus kain mori. Kemudian, kuburan kucing  ditaburi bunga.
Di tengah kesibukan mengubur bangkai kucing, Suharto dilabrak  keponakanya, Sty yang tinggal sekampung. Sty datang bersama 4 rekan. Mereka membawa berbagai jenis senjata tajam, lalu mengeroyok korban Suharto.

Para pelaku setelah melampiaskan kemarahan terus kabur. Ayah dan anaknya yang luka para terus dilarikan ke rumah sakit. Setelah menjalani rawat inap, Suharto dan Agung yang bagian luka diperban terus lapor ke Polrestabes Semarang dengan harapan pelaku dibekuk untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (Cry)

BERITA REKOMENDASI