Kuota Haji Jateng Tersisa 1.077 Kursi

SEMARANG, KRJOGJA.com –  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah Drs H Farhani SH MM menegaskan, saat ini kuota haji Jawa Tengah dari batas akhir Pembayaran Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama, pada 4 Mei 2018, masih tersisa 1.077 kursi. Artinya,  masih ada calon jamaah haji sebanyak itu yang belum melunasi pembayaran BPIH karena berbagai hal.

Dalam keterangan pers, di Semarang, Jumat (11/5/2018), usai memberi pemantapan para calon petugas haji, Farhani mengatakan, kuota haji untuk Jawa Tengah yang diberikan Kemenag Pusat sebesar 30.225 kursi, dari jumlah tersebut yang telah melunasi sebanyak 29.148 calon jamaah.

Farhani didampingi Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Ahmadi dan Kasi Pembinaan Haji Zaenal Fatah menegaskan, ada beberapa kemungkinan atas belum dilunasinya BPIH oleh 1.077 pendaftar haji 2018. Kemungkinan itu antara lain akibat gagal sistem, terkendalastatus haji atau bisa juga terjadi penggabungan antara anak, suami istri yang salah satunya sudah melunasi BPIH terlebih dulu.

Ditambahkan, fakta di sistem haji menunjukkan pendaftar haji 2018 banyak yang tidak bisa melunasi BPIH karena yang bersangkutan sudah pernah naik haji sehingga tidak masuk skala prioritas yang harus diberangkat. Namun, lanjut Fathani, banyak pula yang disebabkan gagal sistem.

Oleh karena itu, peluang untuk melunasi tahap 2 dibuka pada 16-25 Mei 2018. Dari 1.077 pendaftar yang dapat lolos tahap 2, mereka yang sesuai dengan sistem haji yang semuanya sudah terprogram dari pusat.

Pada penyelenggaraan haji 2018 ini, Kemenang Jateng menarget harus dapat memberi pelayanan yang lebih baik dibanding penyelenggaraan haji 2017 lalu. Targetnya, semua jamaah haji dari Jawa Tengah harus merasa lebih puas dan nyaman terhadap pelayanan yang diberikan. Bila pada 2017 tingkat kepuasan sebesar 84,5 persen, maka tahun ini minimal harus 85 persen.

Menurut Farhani, pada penyelenggaraan haji 2017, penyelenggara haji Jawa Tengah mendapatkan award bidang pembinaan petugas dan manasik haji. Kategori yang diterima Jateng tersebut, lanjutnya, sebagai yang paling bergengsi mengingat tidak semua embarkasi meraih penghargaan tersebut.

Pembinaan petugas yang menonjol dari Jateng itu, tambahnya, petugas lapangan bekerja sama dengan  kemenag  kabupaten/kota mendampingi pendaftar haji saat mengurus paspor. Padahal, sesuai SOP, mengurus paspor menjadi tabnggung jawab masing-masing jamaah.

“Kita ikut membantu mengurus paspor para calon haji, misinya agar proses kelengkapan dokumen haji akan lebih lancar,” jelasnya.

Terkait dengan manasik haji, Farhani menegaskan, akan terus mengoptimalkan agar para jamaah haji memiliki kualitas pemahaman tentang serangkaian ibadah haji semakin lebih baik. Untuk suksesnya manasik haji, Kemenag Jateng sudah menjalin koordinasi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) agar pelaksanaannya tak tumpang tindih. (Isi)

BERITA REKOMENDASI