Kurangi Kemacetan, Ganjar Ingin Transportasi Massal Dikembangkan

DEMAK, KRJOGJA.com – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan, transportasi massal menjadi salah satu program prioritas Jawa Tengah ke depan. Untuk itu, Ganjar Pranowo mengunjungi garasi PO Nusantara di Karanganyar, Demak, Senin (26/2/2018) untuk mendapat masukan.

Saat mengunjungi garasi yang juga berfungsi sebagai pabrik karoseri PO Nusantara, Ganjar mengatakan sarana transportasi massal sangat dibutuhkan masyarakat. Perusahaan tersebut juga sedang mengerjakan proyek pesanan bus Trans Jakarta sebanyak 100 unit.

Ganjar juga melihat interior bus tingkat dan salah satu bus termewah, Omah Mlayu. Fasilitas dalam bus buatan tahun 2008 meliputi televisi 32 inchi, kursi pijat refleksi, kulkas, ruang rapat, toilet, hotspot area, dapur dan ranjang tidur bertingkat.

"Ternyata bus-bus yang diproduksi di sini pesanan dari Jakarta. Ada 100 unit bus Trans Jakarta yang dibuat di sini. Kita harus bangga, Jawa Tengah tetap dipercaya dalam industri karoseri," tutur Ganjar.

Ganjar mengapresiasi inovasi desain bus dari PO Bus Nusantara, khususnya desain bus tingkat. Termasuk bus tingkat yang operasional di Solo yang sering disebut double decker, ternyata buatan PO Bus Nusantara.

Menurut Ganjar, bus adalah ujung tombak dalam program transportasi massal selain kereta. Pada periode pertama sebagai Guberenur Jateng, Ganjar sudah meluncurkan Trans Jateng. Sebuah program bus aglomerasi antar kota yang menyasar buruh dan pelajar.

Saat ini Trans Jateng baru diluncurkan satu koridor yakni Stasiun Tawang-Terminal Bawen. Tarif bus Trans Jateng jauh dekat Rp 3000 untuk umum dan Rp 1000 untuk pelajar. "Kita evaluasi dulu kalau ya akan dikembangkan di koridor lain atau kabupaten lain karena ternyata masyarakat butuh transportasi murah, mudah, dan nyaman, " katanya.
 
Ganjar juga sempat menyinggung program bus sekolah. Dia masih menghitung-hitung dan membuat konsep transportasi yang pas bagi pelajar. Bagaimana bus-bus tersebut menjadi transportasi favorit para pelajar dan mahasiswa, daripada mereka naik kendaraan pribadi yang mahal dan menambah kemacetan jalan. (Bdi)

BERITA REKOMENDASI