Lama Dibiarkan, Makam Pejuang Ini Penuh Lumut dan Rumput

SEMARANG KRJOGJA.com – Koramil 13 Semarang Selatan bersama Alfamidi, Rabu (15/8/2018) melakukan kegiatan bersih-bersih makam pejuang kemerdekaan RI yang dimakamkan di luar Taman Makam Pahlawan. Salah satu makam yang dibersihkan dari rumput dan lumut adalah makam R Soegiarin, sosok yang dengan berani menyiarkan berita morse sesaat setelah dibacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI di Pegangsaan Jakarta. 

Belasan anggota Koramil dibantu karyawan Alfamidi selain gotong-royong kerja bhakti, juga memberikan bingkisan dan tali asih kepada para veteran perang kemerdekaan. Soegiarno (89) adik alm R Soegiarin yang ikut menyaksikan kerja bakti mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pada makam kakaknya.

"Kakak saya dulu adalah penyampai berita atau wartawan di Kantor Berita Domei Jakarta.  Saat peristiwa proklamasi dia ditugasi Adam Malik untuk menyiarkan kabar proklamasi dengan morse yang dikirim dari Kantor Berita Domei yang kala itu dikuasai Jepang. Bahkan setelah ketahuan Jepang, dia ditahan seharian dan diintrogasi Polisi Jepang," ungkap Soegiarin.

Kiprah Soegiarin ini jarang diketahui oleh masyarakat, meski dalam buku sejarah pada era Orde Baru pernah ditulis, dan Adam Malik pernah memberinya suatu penghargaan atas keberaniannya kala itu.

"Keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak-bapak tentara dan Alfamidi. Semoga ini menjadi amal baik semuanya," ucap Soegiarno yang juga mantan anggota Tentara Pelajar Brigade XVII. 

Yusuf, Alfamidi menyampaikan bahwa pihaknya sudah tahun kedua ini mengapresiasi perjuangan para pejuang kemerdekaan. "Kita ingin menyampaikan terima kasih kepada mereka. Kami sangat empati dengan para pejuang kemerdekaan. Karena tanpa perjuangannya tak mungkin kemerdekaan datang begitu saja," ungkap Yusuf.

Setelah kerja bhakti bersihkan makam, Tim CSR Alfamidi-Koramil 13 silaturahmi ke rumah veteran untuk menyampaikan tali asih. Mereka yang didatangi adalah Soegiarno (89) dan Hendro (90), keduanya mantan Tentara Pelajar. Selain itubjuga ada Hardijanto (92) mantan BKR dan terakhir melanjutkan karier sebagai anggota TNI berpangkat Mayor Infanteri dan penyandang Bintang Gerilya, di rumahnya kawasan Mrican Semarang.

Danramil 13 Semarang Selatan, Mayor Inf Rahmatullah AR SE MM menyatakan kegiatan bersihbmakam pejuang kemerdekaan sengaja dilakukan dengan sasaran makma di TPU, bukan TMP. Alasannya karena banyak yang tak terawat dengan baik dan layak, sehingga tak sebanding dengan jasa beliau semasa hidup dan berjuang untuk Indonesia.

"Dengan apa yang kita lakukan ini, maka harapannya akan merangsang kepedulian masyarakat untuk menghargai dan menghormati jasa pahlawan," tegas Danramil Semarang Selatan. (Cha)

 

BERITA REKOMENDASI