Leprid Apresiasi Penemu Ayam Tulang Lunak

SEMARANG, KRJOGJA.com – Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Selasa (13/11/2018) menganugerahkan sertifikat rekor pertama penemu dan pelopor kuliner Ayam Tulang Lunak kepada Maria Lindawati Atmodjo, owner Toko Ayam Tulang Lunak 'Kraton' beralamat di Jalan Kranggan Semarang. 

Direktur Utama Leprid, Paulus Pangka SH sebelumnya melakukan penelitian hingga pengecekan ke Dirjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum & HAM atas hak paten berikut melakukan penjaringan pendapat dari beberapa pemerhati kuliner. Hasilnya, sebelum adanya olahan Ayam Tulang Lunak oleh Maria pada tahun 1986, belum ditemukan olahan serupa, apalagi diperdagangkan sebagai menu kuliner. 

Diakui oleh Maria, olahan ayam tulang lunak atau presto terinspirasi dari bandeng duri lunak. Atas masukan ibu dan pamannya, maka Maria yang hobi memasak pun mulai mencoba mengolah ayam hingga bertulang lunak dan dapat dimakan seempuk dan segurih dagingnya.

"Kala itu saya membeli alat presto dan mencobanya untuk mempresto ayam. Meski tidak langsung jadi tapi saya terus menerus mencobanya hingga berhasil seperti sekarang ini. Dari yang semula untuk dimakan sendiri, kemudian kami coba untuk menjualnya dan kini menjadi banyak peminatnya," ujar Maria saat kedatangan tim Leprid.

Paulus Pangka SH memandang perlu memberikan apresiai bagi penemu ini agar memberikan dampak positif bagi masyarakat untuk menemukan hal-hal baru di bidang olahan kuliner agar dapat mengangkat ekonomi kreatif.

"Kuliner di Indonesia ini jumlahnya ribuan, namun belum banyak terdata darimana itu berawal, sehingga ketika besar bisa saja diklaim oleh bangsa lain. Pemberian apresiasi kepada penemu atau yang pertama menciptakan ini sangat perlu agar dapat memberi pengaruh kreatifitas menciptakan hal-hal baru yang spektakuler," ungkap Paulus Pangka SH.

Lebih lanjut Maria memaparkan bahwa resep ayam olahannya termasuk sangat tradisional, tidak menggunakan bahan kimia untuk melunakkan tulangnya. Pelunakan tulang ternyata punya tujuan agar kandungan kalsium tulang ayam juga dapat untuk mencukupi kebutuhan kalsium penyantapnya.
Pelunakan daging dan tulang juga mempercepat proses penggorengan sehingga tidak terlalu banyak meresap minyak goreng yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah yang menyantapnya.

Tak hanya sebagai penemu, Leprid juga mengapresiasi upaya Maria mematenkan produk Ayam Tulang Lunak. Paulus Pangka SH memandang apa yang dilakukan Maria mematenkan temuan dan merek kuliner patut ditiru sebagai bentuk Hak Atas Kekayaan Intelektual.

Proses mengolah masakan Ayam Tulang Lunak menurut Maria mengacu pada cara pengolahan kuliner muslim. Penerapan halal menurutnya menjadi syarat utama, alasannya karena mayoritas pelanggannya adalah muslim, dan usahanya berada di lingkungan masyarakat muslim. 

"Para tenaga masak pun juga seluruhnya muslim, sehingga standar halal kami terjaga. Telenan yang kami pakai pun dari granit yang tidak berpori sehingga tak ada sisa-sisa kotoran yang menempel. Air untuk mencuci ayam juga selalu mengalir berganti. Minyak goreng pun harus sekali pakai," terang Maria. (Cha) 

BERITA REKOMENDASI