Lima Taruna Divonis Bervariasi 6-12 Bulan

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG (KRjogja.com) – Lima taruna Akpol tingkat III yang tersandung kasus penganiayaan terhadap juniornya tingkat II dan mengakibatkan korban Brigdatar Muhamad Adam tewas, Rabu (13/12) menjalani sidang putusan di PN Semarang. Mereka, Christian Atmadibrata, Martinus Bentanone, Gibrail Manorek, Gilbert Jordu dan Rinox Levi. Dalam putusannya di ruang terpisah hakim memvonis bervariasi dari6  bulan 20 hari,7 bulan dan 1 tahun penjara.

 

Martinus sebagai terdakwa I disidang dalam satu ruangan bersama terdakwa II Christian Atmadibrata, terdakwa III Gibrail Manorek dan terdakwa IV Gilbert Jordu. Sedangkan Rinox, sebagai komandan suku (Diksuk) wilayah Indonesia bagian timur disidang sendirian. Ia oleh majelis hakim Casmaya dijatuhi hukuman 7 bulan penjara. Hukuman itu itu lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa Omar Dhani yang meminta dihukum tiga tahun penjara.

Majelis hakim dalam amar putusannya mengatakan, terdakwa meski tidak secara langsung melakukan penganiayaan, tetapi terbukti bersalah melanggar pasal 170 ayat 2 ke-3 junto pasal 56 ayat 2 dan junto pasal 170 ayat 1 KUHP. Terdakwa, menurut majelis hakim memang tidak secara langsung menganiaya korban. Namun, sesuai pasal 56 ayat 2 dengan sikapnya telah memberi kesempatan dan fasilitas  rekannya terdakwa lain melakukan aksi kekerasan.

Bahkan, usai kegiatan 'pembinaan' selama 3 jam secara sembunyi terhadap juniornya, komandan suku yang melihat korban Muhamad Adam yang terkapar tidak sadarkan diri mencoba membangunkan korban dengan menepuk nepuk kedua pipi korban tersebut. Namun, jiwa Muhamad Adam pada dinihari 18 Mei lalu tidak tertolong setelah dibawa ke rumah sakit Akpol.

Perbuatan terdakwa merusak nama baik institusi Polri. Sementara hal meringankan, terdakwa sopan, belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya serta para korban telah memaafkan para terdakwa.

Penganiayaan antara senior terhadap junior sesama taruna dari korp Indonesia bagian timur terjadi 18 Mei dinihari lalu yang dipicu dari anggapan para senior terhadap junior di bawah satu tingkat, yakni tingkat II kurang disiplin 'elek elekan' dan tidak menghargai adik satu di tingkat dibawahnya taruna tingkat I. Kemudian, para taruna tingkat II,termasuk Muhamad Adam secara diam diam tanpa sepengetahuan instruktur dikumpulkan Flat A lantai II Graha Taruna Detasemen tingkat III Akpol Semarang, pada 18 Mei, sehingga terjadi aksi penganiayaan.

Sementara itu sebelumnya PN Semarang dalam kasus sama telah menjatuhkan hukuman terhadap 9 taruna Akpol tingkat III masing masing 6 bulan penjara. Ke 9 terdakwa Joshua Evan, Reza Ananta, Indra Zulkifli, Praja Dwi Sutrisno, Adhitia Khaimara. Chikita Alviano, Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Apriliyanto dan Hery Avianto. (Cry)

 

BERITA REKOMENDASI