Liputan Ganjar Nyoblos, Wartawan Diminta Keluar TPS

SEMARANG KRJOGJA.com – Puluhan wartawan yang hendak meliput Ganjar Pranowo, calon petahana dalam Pilgub Jateng, di TPS 2 Gajahmungkur nyaris dipaksa keluar ruangan TPS karena adanya Panwascam yang meminta KPPS mensterilkan ruang TPS dari aktifitas awak media yang dinilai bisa mengganggu kenyamanan pemilih.

Semula Ketua KPPS Rahman Hakim sempat menjelaskan bahwa awak media sudah mendapat izin darinya untuk meliput saat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan hak pilihnya di TPS 2 yang menjadi tanggungjawabnya. Namun seorang anggota Panwascam tersebut tetap melarang dengan dasar undang-undang yang mengatur proses pemilihan umum.

Wartawan pun sempat dihimbau untuk keluar ruangan dan diperkenankan meliput atau mengambil gambar dari luar pintu atau jendela gedung yang digunakan untuk Tempat Pemungutan Suara.

Belum sempat wartawan keluar, Ganjar Pranowo dan Siti Atiqoh yang sudah mendapat kartu suara langsung bergegas menuju bilih suara, spontan wartawan yang hendak menuju pintu keluar langsung berebut mendekat bilik dan meliputnya.

Himbauan pun akhirnya tak mampu menghambat upaya wartawan untuk mengabadikan momentum calon petahana memberikan hak suaranya. Setelah itu Ganjar dan istrinya bergegas kembali ke mobil dan mengantarkan sopirnya untuk memberikan hak suara di TPS tempat tinggalnya. 

Arfan, sopir Ganjar Pranowo diantar menuju TPS 11 Sambiroto, Kecamatan Tembalang. Setelah mengantar sopirnya nyoblos, Ganjar juga mengantar ketiga keponakannya, Nadella, Fatma dan Veni ke TPS 16 Gajahmungkur untuk memberikan hak suaranya dengan surat A5.

Kejadian konyol antara Panwascam dengan wartawan justru terjadi di TPS 2 Gajahmungkur pasca sterilisasi ruang TPS dari aktifitas media yang meliput Ganjar Pranowo. 

Seorang anggota Panwas mendatangi awak media dan langsung menanyakan keberadaan wartawan Berita Satu di TPS tersebut. Tampaknya terjadi miskomunikasi, tantaran anggota Panwas tersebut menduga Berita Satu merupakan media pendukung Pasangan Cagub Nomor Satu.

"Maaf ternyata saya salah duga, saya kira media ini medianya pasangan nomor satu. Karena saya belum pernah nonton televisinya Berita Satu", ujar anggota Panwas yang tidak menyebut jatidirinya setelah mendapatkan penjelasan dari Rahman, reporter Berita Satu Semarang. (Cha) 

BERITA REKOMENDASI