LLDikti Jateng Bukan Hiburan Tapi Pengabdian

SEMARANG, KRJOGJA.com- Propinsi Jateng memiliki potensi besar dalam pengembangan SDM melalui banyaknya perguruan tinggi (PT) yang dimiliki propinsi ini. Tak kurang dari 250 PT berbagai bentuk (sekolah tinggi, universitas, politeknik dan lain-lain) tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jateng. Keberadaan PTN/PTS di daerah ini menjadi aset pula bagi pemerintah daerah setempat. Namun tantangannya, ternyata sampai saat ini masih banyak PTS di wilayah Jateng yang perlu segera mendapatkan perhatian masyarakat, pemda, Lembaga Layanan Dikti (LLDikti) dan pihak terkait lain agar bisa berkembang lebih baik.

“Berdasarkan data akreditasi BAN-PT, dari 250 PTS di Jateng baru 5 PTS meraih akreditasi A, 83 meraih B, 49 C dan 98 PTS belum terakreditasi. Dari sisi dosen PTS se Jateng sekitar 13.126 orang, 1.416 bergelar doktor, 10.492 bergekar magister (S2) namun masih ada 747 dosen dengan latar belakang S1. Padahal menurut aturan dosen harus minimal lulusan S2 sehingga poin-poin ini (akreditasi dan pendidikan dosen) menjadi PR bagi LLDikti Wilayah VI Jateng serta PR bagi perguruan tinggi swasta tersebut” ujar Sekretaris LLDikti Wilayah VI Jateng Dr Lukman ST MHum pada rapat koordinasi pertama Kepala LLDikti Wilayah VI Jateng yang baru Prof Dr Ir Muhammad Zainuri DEA dengan para pimpinan PTS se Jateng secara daring, Kamis (10/12/2020). Prof Dr Muhammad Zainuri DEA dan Dr Lukman ST MHum Selasa lalu (8/12/2020) di Jakarta dilantik sebagai Kepala LLDikti dan Sekretaris LLDikti Wilayah VI Jateng periode 2020-2024.

Kepala LLDikti Jateng Prof Dr Ir Muhammad Zainuri DEA pada rapat koordinasi menyampaikan sejumlah hal terkait dengan rencana program kerja LLDikti selama 4 tahun ke depan. Di antaranya mengerjakan “PR-PR” seperti akreditasi PTS, dosen PTS yang masih S1, 5.408 dosen PTS belum mempunyai jenjang jabatan, belum optimalnya jumlah publikasi internasional para dosen PTS. Selain itu yang menjadi prioritas Ka LLDikti yang baru adalah mengoptimalkan sinergi pemda denga PTS yang ada di wilayah itu. Di antaranya melibatkan berbagai pejabat Pemda untuk mengajar di PTS setempat serta mengembangkan wilayah dan meningkatan ekonomi kota/kabupaten tempat adanya PTS.

BERITA REKOMENDASI