Longsor, Jalan Alternatif Kendal-Magelang Terancam Putus

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL (KRjogja.com) – Curah hujan yang cukup tinggi dalam tiga hari terakhir dan hujan lebat pada Jumat malam kemarin membuat jalan alternatif Kendal – Magelang longsor. Kedalaman longsor jalan di wilayah desa Magelung Kecamatan Kaliwungu Selatan ini mencapai 7 meter dengan panjang 17, 5 meter, sehingga nyaris memakan hampir separuh jalan.  Untuk menghindari kecelakaan karena menyempitnya jalan, beberapa warga berinisiatif melakukan buka tutup jalan.

 

Beberapa warga sekitar saat ditemui KR mengatakan kondisi tanah di daerah tersebut memang labil sehingga saat hujan deras berpotensi longsong.  Advianto (35) warga Desa Magelung yang rumahnya berada di sekitar lokasi mengaku sebelum longsor sempat terdengar suarah gemuruh sabtu dinihari (24/9).  “Sabtu pagi saya mendengar ada suara gemuruh dana saya sudah memperkirakan jika itu suara longsor karena memang tanahnya labil, didekat lokasi bangunan kecamatan kalieungu selatan yang tidak jadi ditempati karena sering longsor” ujar Advianto.

Longsor kembali terjadi siang harinya dengan muncul retakan-retakan dan membahayakan bagi pengguna jalan.  Saat ini inisiatif warga dengan mengatur lalu lintas dengan cara melintas bergantian baik mobil maupun sepeda motor. Warga kawatir jika malam hari, pasalnya di sekitar lokasi tidak ada penerangan jalan.

“Kalau malam membahayakan pengguna jalan karena tidak ada penerangan,” lanjutnya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kendal SLamet membenarkan jika tanah di Desa Magelung Kecamatan Kaliwungu Selatan tersebut rawan longsor. Beberapa bulan lalu sempat dibronjong namun hanyut terbawa longsor. Berbagai upaya sedang dilakukan Pemkab Kendal terkait kondisi tanah yang labil dengan pemasangan tiang pancang. “Di lokasi longsor juga saat ini sedang dikerjakan tiang pancang, namun sepertinya karena curah hujan yang tinggi sejak jumat malam membuat tanah yang memang kondisinya lembek tersebut longsomg,” ujar Slamet. (Ung)

BERITA REKOMENDASI