LPPM Undip Adakan Semnas Pengabdian

SEMARANG,KRJOGJA.com- Masa pendemi Covid-19 membawa dampak bagi semua lapisan masyarakat secara ekonomi, sosial, dan budaya. Dampak pendemi ini terutama sangat terasa pada masyarakat menengah dan menengah kebawah. Tidak hanya mereka yang berusia produktif, tapi anak-anak dan lansia juga terdampak akibat pendemi ini.

Namun bagi akedemisi, pandemi tidak menyurutkan perguruan tinggi (PT) melakukan pengabdian pada masyarakat. Karena pengabdian masyarakat ini bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, berbagai cara dilakukan PT untuk membantu masyarakat di seluruh penjuru tanah air. Mereka membantu masyarakat untuk bangkit dalam keterbatasan sosial ini.

“Hampir setiap sektor terdampak akibat pendemi Covid-19, tidak sedikit UMKM yang terdampak. Padahal UMKM salah satu penggerak perekonomian masyarakat kita. Alhamdulilah Undip dapat ikut berperan membantu UMKM di tengah-tengah pendemi Covid-19,” ujar Ketua LPPM Undip Prof Dr Jamari ST MT dalam Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat untuk Mendukung Sustainable Development Goals di Era Pendemi Covid-19 yang dilakukan secara webinar di Semarang, Kamis (15/10/2020).

Menurut Prof Dr Jamari ST MT pengabdian di era pendemi Covid-19 ini menjadi pengalaman baru bagi akademisi di seluruh Indonesia. Proses pengabdian dilakukan dengan pengumpulan permasalahan, riset hingga inovasi dalam situasi sosial terbatas dan bukan sesuatu yang mudah karena harus tetap menjaga kesehatan agar terhindar virus yang berbahaya ini.

Ketua Panitia Seminar Dra Anna Irhandayaningsih MSi dan Kepala Pusat Pelayanan KKN (P2KKN) LPPM Undip Fahmi Arifan ST MEng menyampaikan pula lewat seminar nasional diharapkan dapat menjadi pelajaran bersama untuk menyempurnakan metode pengabdian masyarakat dalam situasi pandemi dan era revolusi industri 4.0.
Selain itu hasil karya intelektual akademisi perlu diaplikasikan dan didedikasikan untuk masyarakat luas melalui program pengabdian masyarakat dan meningkatkan kwalitas hidup serta kesejahteraan masyarakat.

“Hasil-hasil kerja ini dapat disinergikan dan didesikasikan sehingga pemerintah dan masyarakat Indonesia dapat memantapkan kerangka pengabdian masyarakat di waktu mendatang,” ujar Dra Anna Irhandayaningsih MSi.

Seminar nasional ini diikuti 146 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selama seminar masing-masing peserta juga mempresentasikan hasil pengabdian masyrakatnya. Sementara sesi pleno dilakukan dengan nara sumber Prof Dr Ir Irfan Dwiadya Prijambada MEng PhD, Dr Drs Eko Supeno MSi dan Dr T Aji Prasetyaningrum ST Msi. (sgi)

BERITA REKOMENDASI