Lumbung Pangan Wakaf ACT Berdayakan Petani dan Ibu-ibu

Editor: KRjogja/Gus

BLORA, KRJogja.com – Tidak hanya mensejahterakan pangan saja, launching Lumbung Pangan Wakaf (LPW) dan Rice Truck di Blora (4/12/2019) yang merupakan hasil dari iuran oleh para wakif (pemberi wakaf) juga memiliki tujuan mulia yakni memberdayakan ibu-ibu dan menguntungkan petani.

Hal itu diungkapkan oleh Ahyudin, presiden ACT (Aksi Cepat Tanggap) Pusat dalam acara launching tersebut, " Selain petani, ibu-ibu juga diuntungkan karena mereka dipekerjakan".

Ada upaya untuk membangkitkan umat muslim agar sejahtera. Meskipun LPW berfokus untuk mensejahterakan pangan, namun lebih dari itu ada sektor lain yang berusaha dijangkau oleh ACT, yakni kesejahteraan umat. Lumbung pangan yang di Blora ini merupakan lumbung pangan yang pertama, Ahyudin memaparkan bahwa kedepannya lumbung pangan ini akan hadir di kota lain. 

"Kedepannya akan hadir untuk Kulonprogo, Lamongan, Serang Banten, Aceh, Sumsel dan Sumbar".

Ahyudi juga mengatakan bahwa ACT akan membeli beras dari petani dengan harga normal pasaran, bukan harga tengkulak yang nantinya akan merugikan petani. Beras yang akan didistribusikan ke Rice Truck sebelumnya dibawa dulu ke Huller, yakni tempat pengolahan dari gabah menjadi beras murni, untuk memisahkan biji beras dan kulitnya. Di tempat itulah ibu-ibu kemudian bekerja, jadi semua pihak yang terlibat akan diuntungkan.

Purwadi setiono, selaku asisten 1 pemerintah Bupati Blora memberikan apresiasi yg luar biasa untuk global wakaf. "Harapan saya tidak muluk-muluk, semoga action yg dilaksanan ini akan terus berkembang di seluruh Indonesia dan dunia"

Warga Desa Jipang, Kecamatan Cepu tempat acara berlangsung sangat antusias dengan kegiatan kemanusiaan ini. Hal ini nampak dari tempat duduk yang penuh sesak bahkan kurang karena warga sekitar yang terus berdatangan. (Ratna Novita Sari)

 

ACT

BERITA REKOMENDASI