Lurah Curhat, Jangan Selalu ‘Diplekotho’

Editor: Ivan Aditya

SALATIGA, KRJOGJA.com- Seorang Kepala Kelurahan (Lurah) di Kota Salatiga mengaku diplekotho (dibuat tidak baik) dalam kebijakan pembangunan di bawah. Bahkan usulan kepala kelurahan (Kakel) selalu tidak ditanggapi dan tak digubris oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan atasan.

“Lurah jangan hanya diplekotho saja dalam pembangunan. Usulan dari lurah selalu dimentahkan dan tidak digubris oleh OPD. Bahkan Lurah terkesan seperti tukang ngribet-ngribeti dalam usulan pembangunan dan akhirnya tidak dianggarkan,” tandas Sururi (53) Kepala Kelurahan Cebongan Kecamatan Argomulyo Salatiga di hadapan Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit saat Reses III 2020 DPRD Salatiga, Sabtu (14/11/2020).

Ia juga mengungkapkan dengan adanya kelurahan (dakel) Lurah dipercaya sejak dua tahun ini, namun untuk dana alokasi tambahan malah ada pencoretan di APBD 2021 nanti. Menurut Sururi banyak dari bawah yang gagal penganggarannya.

“Saya curhat kepada Pak Ketua DPRD, atasan banyak yang tidak suka dipindah staf tidak apa-apa. Saya salut dengan ketua DPRD yang mengundang seluruh kepala kelurahan di Salatiga, dan baru kali ini. Ke depan jangan hanya sekali saja, tapi bisa berlanjut sehingga program bawah bisa terwujud,” tandas Sururi.

Curhatan lain juga muncul dari Kepala Kelurahan Sidorejo Kidul, Irwan Susanto mengenai rencana pembangunan destinasi wisata di wilayahnya. “Master Plan mengenai wisata sebagai unggulan di Sidorejo Kidul, yaitu namanya Menul-Menul sudah finalisasi dan segera kami audensinya dengan Walikota maupun Ketua DPRD,” tandasnya.

Pada Reses ke III Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit mengatakan bahwa reses ini berkaitan dengan dana kelurahan yang jumlah seluruh Salatiga sebanyak 23 kelurahan mencapai Rp 19 miliar. Reses menghadirkan 23 lurah, camat dan beberapa kepala OPD di Pemkot Salatiga dan LPMK.

“Dana ini harus dikelola dengan baik dan sesuai sasaran. Saya berharap dana kelurahan di Salatiga itu bisa produktif dan bisa menghasilkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha produksi. Dana ini untuk mewujudkan kelurahan unggulan (memiliki unggulan masing-masing),” tandas Dance Ishak Palit.

Kegiatan reses ini juga dihadirkan Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Junaedi Mulyono yang banyak menjelaskan mengenai mengelola desanya menjadi maju dan mandiri. “Kuncinya adalah perencanaan yang tuntas dan big data yang kuat,” ujarnya. (Sus)

BERITA REKOMENDASI