Maba Unimus Ikuti Kuliah Umum AIK

SEMARANG,KRJOGJA.com- Ribuan mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti Kuliah Umum Pembukaan Program Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) secara virtual yang disiarkan secara langsung lewat zoom dan Youtube dari Lantai 3 Aula Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unimus, Sabtu (17/10/2020).

Kuliah umum bertemakan “Internalisasi Nilai Islam Berkemajuan, Menumbuhkan Pribadi Muslim yang Unggul” ini dibuka Rektor Unimus Prof Dr H Masrukhi MPd dengan nara sumber Ustad Dr H Ahmad Wijayanto MA (Yogyakarta) dan Rektor Unimus serta moderator Gusmelon.

Ketua Panitia acara yang juga Ketua Lembaga Studi Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Mata Kuliah Umum (LSIK dan MKU) Unimus Dr Rochdi Wasono MSi menyampaikan  acara Kuliah Umum wajib diikuti semua maba, berisi materi terkait kompetensi Akidah, Akhlak Mulia, Baca Tulis Alquran dan lain sebagainya.

“Awalnya mahasiswa dites untuk penempatan kelompoknya untuk dibedakan antara yang belum bisa baca dan yang sudah mahir baca Quran. Jumlah mahasiswa baru reguler Unimus `1.800 an dikelompok-kelompokkan dan dibimbing oleh para mentor mahasiswa senior seta dibimbing pula oleh dosen dosen Unimus. Setelah kegiatan berakhir dalam setahun ke depan, hasilnya akan dievaluasi dan mendapat sertifikat bagi yang sudah lulus atau memenuhi syarat” ujar Dr Rochdi.

Sementara itu sat menjadi nara sumber pertama, Ustad Wijayanto menyampaikan adanya 7 persoalan bangsa yang perlu dihadapi negara ini serta 7 persoalan yang harus dihadapi mahasiswa di masa pandemi ini beserta solusinya. Selain itu orang Islam tidak cukup menjadi orang baik saja tetapi harus mengajak orang lain ikut menjadi baik serta ikut belajar dan mengajarkan apa yang sudah dipelajarinya.

“Ada perguruan tinggi yang hanya mengajarkan ilmu saja, namun beruntung bagi mahasiswa yang studi di perguruan tinggi dimana perguruannya juga mengajari karakter atau akhlak seperti perguruan tinggi Unimus ini” ujar Ustad Wijayanto.

Narasumber kedua, Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd menyampaikan kepada para mahasiswa baru agar segera menyesuaikan dengan kehidupan kampus. Juga mengikuti organisasi-organisasi kampus yang jelas guna lebih memahami dan menjadi kader keilmuan maupun kader muhammadiyah. Jangan sampai mengikuti kegiatan tidak jelas misalnya pengajian yang hanya diikuti beberapa gelintir orang saja serta tempat pengajiannya tersembunyi.

“Dulu ada kelompok NII yang melakukan rekruitmen calon anggota lewat pengajian tersembunyi, diikuti satu dua orang saja dan isi pengajiannya sangat bertentantangan dengan agama dan Pancasila. Bahkan ada pula di antaranya mereka yang sudah dicuci otak sehingga menentang orang tuanya sendiri. Tindakan semacam itu harus dihindari mahasiswa baru sehingga berorganisasi dengan ikut organisasi kampus yang sudah jelas melalui berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa misalnya yang nantinya bisa menjadi kader ilmu maupun kader Muhamamdiyah” ujar Prof Masrukhi.

Rektor menutup paparannya dengan meminta agar mahasiswa baru yang saat ini kuliah lewat online senantiasa menjaga kesehatan, tetap stay at home, tetap bahagia, dan selalu dilindungi Alloh dari wabah corona. Unimus sudah mengkondisikan agar seluruh potensi yang ada di mahasiswa baru bisa berkembang baik menyangkut intelektual maupun agamanya. Sehingga nantinya mahasiswa bisa menuntut ilmu di Unimus menjadi sarjana paripurna yang bermanfaat bagi bangsa, negara, agama, dan masyarakat. (sgi)

BERITA REKOMENDASI