Mahasiswa Pergi, Kampung Kemiri Mati Suri Akibat Pandemi

Editor: Agus Sigit

SALATIGA, KRJogja.com – Siapa yang tidak kenal dengan nama Kampung Kemiri, Kota Salatiga. Kampung yang terletak di kawasan berdekatan dengan kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) ini merupakan kawasan ‘basah’ dengan usaha pelayanan jasa kos mahasiswa dan kuliner, khususnya warung makan.

Sebelum pandemi covid 19 mewabah, kampung ini menjadi primadona usaha dan banyak menjanjikan pemasukan keuangan yang cukup besar. Namun, setelah 1,5 tahun pandemi covid 19 menghantam Indonesia dan daerah, kini kampung Kemiri yang dulu penuh dengan ribuan mahasiswa UKSW yang berdatangan dari hampir seluruh pelosok nusantara, menjadi sepi dan sejumlah usaha kos pun ‘ngeblong. Bahkan dari pantauan KRjogja.com, sejumlah rumah kos dipasang papan bertuliskan ‘dijual’.

Warung makan yang bisanya penuh canda dan tawa para mahasiswa kos menjadi sepi seperti kampung biasa saja. Demikian halnya dengan usaha –usaha jasa lainnya seakan hidup segan mati tak mau di tengah badai covid 19 ini.

“Sekarang orang mampir warung untuk makan saja bisa dihitung dengan jari. Sepi banget sejak pandemi covid 19, mahasiswa yang sebagian banyak berasal dari luar Jawa kuliah di UKSW hampir seluruhnya pulang ke kampung halaman,” ujar beberapa pemilik warung di Jalan Kemiri Salatiga kepada KRJogja.com.

Seorang pemilik kos, Yoyok D (54) menuturkan usaha kos miliknya di kawasan kampung Kemiri Salatiga sejak pandemi covid 19 , pendapatan langsung turun drastis karena pihak UKSW tidak melaksanakan kuliah tatap muka dan melalui daring.

BERITA REKOMENDASI