Mahasiswa Perlu Punya Literasi Tentang Big Data

SEMARANG, KRJOGJA.com – Di era teknologi informasi dan era revolusi industri 4.0 ini mahasiswa perlu mengenal literasi digital biasa diistilahkan sebagai literasi big data sehingga besarnya data yang beragam di dunia maya lewat berbagai perangkat elektronik seperti smartphone, laptop dan lain sebagainya bisa dijadikan sesuatu yang dapat dimanfaatkan.

Misalnya facebok tidak hanya data komentar dan gambar yang di upload oleh pengguna ke facebook melainkan data tersebut dapat digunakan oleh penyedia kerja untuk dijadikan ukuran dalam mengetahui perilaku seseorang hanya dengan melihat sentiment text dan gambar.

Hal tersebut disampaikan Community Manager Data Science Indonesia Regional Jawa Tengah sekaligus Dosen Prodi S1 Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Ahmad Ilham MKom saat mengisi kuliah umum "Literasi Big Data Pada Era Digital dan RevolusiIndustri 4.0" di hadapan ratusan mahasiswa prodi S1 Statistika Unimus di gedung pertemuan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Unimus Kedungmundu, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya, saat ini perubahan budaya masyarakat bergeser dari “analog” ke “digital” sehingga tidak dapat dihindari tiap menit, jam dan hari beragam data teks, gambar, suara, video, sensor dan lain lain masuk ke dunia maya, akan terus tersimpan dan menumpuk banyak sejalan dengan waktu. Bila tidak diolah dengan baik, akan menimbulkan tsunami data. Banyak penelitian telah mengkonfirmasi hasil temuan mereka, salah satunya Bilal dkk tahun 2016 menyebutkan saat ini perusahaan telah menangani data dalam ukuran petabyte, Google menerima inputan data dari user di atas 24 petabyte per hari, sementara facebook menerima inputan data lebih dari 10 juta foto per jam. Peningkatan data meningkat pada tahun 2012 adalah sekitar 2,5 quintillion byte per hari. Bila dikalkulasi dari tahun 2012 ke 2019, bias dibayangkan seperti apa data yang menumpuk itu. Begitu juga dengan instagram, twitter dan media sosial lainnnya tiap jam banyak menerima inputan.

“Pertumbuhan data ini membawa peluang bagi mahasasiswa statistia termasuk Prodi S1 Statistika Unimus dan bagi para peneliti lainnya untuk mengidentifikasi informasi dan pengetahuan yang berguna dari data. Mahasiswa S1 Statistika Muhammadiyah Semarang dapat mulai membidangi Data Mining sebagai bidang yang diperlukan untuk menangani masalah yang big data. Jangan khawatir, saat ini perkerjaan sebagai seorang Data Scientist sangat populer di perusahaan skala nasional maupun international”, tandas Ahmad Ilham M. Kom. (sgi)

 

BERITA REKOMENDASI