Mahasiswa Polines Bantu Petani Krisan dengan ‘SI MANTU’

SEMARANG, KRJOGJA.com – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Teknologi (PKM-T) Prodi D3 Teknik Eelektro Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang (Polines) menerapkan teknologi monitoring dan kontrol pada budidaya tanaman krisan di Desa Banyukuning, Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang.

Krisan (Chrysanthenum) merupakan tanaman hias yang disukai masyarakat dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Sebagai bunga potong, untuk daerah curah hujan tinggi seperti pada daerah dengan iklim tropis, penanaman dilakukan di dalam rumah kaca. Tanaman krisan bukan tanaman asli Indonesia, berasal dari daerah subtropics. Sehingga di Indonesia yang beriklim tropis, pada proses budidaya tanaman krisan membutuhkan cahaya tambahan selama 4 jam untuk memenuhi kebutuhan cahaya matahari selama 16 jam, yang biasanya diberikan pada malam hari.
 

Di daerah Bandungan, bunga krisan banyak dibudidayakan petani di dalam rumah kaca. Namun sifatnya masih konvensional dengan peralatan sederhana dan masih membutuhkan banyak campur tangan manusia dalam proses budidayanya. Akibatnya, proses budidaya sangat tergantung dengan keberadaan manusia dan kondisi alam di sekitar tempat budidaya.

Mengetahui permasalahan yang dihadapi petani, Tim PKM-Polines diketuai Kinara Jongga Varga, dengan anggota Bari Zain Romadhon, Hapril Arief Pradana, Muhammad Multazam dan Rezananta Diki Arfiandi (semuanya mahasiswa D3-Teknik Elektronika) dengan dosen pembimbing Ilham Sayekti ST MKom berhasil menerapakan “Sistem Monitoring dan Kontrol Terpadu” (SI MANTU) pada budidaya tanaman krisan berbasis Internet Of Things di lahan budidaya tanaman krisan milik Imam Ashari di Desa Banyukuning, Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. SI MANTU berfungsi memudahkan petani dalam memantau dan mengontrol parameter yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman krisan.

 

Sistem ini menggunakan sensor capacitive soil moisture berfungsi memantau nilai kelembaban tanah yang hasil pembacaannya dipergunakan untuk acuan penyiraman air sehingga kadar air yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selain itu sistem juga memantau suhu dan kelembaban udara dengan memanfaatkan sensor udara jenis DHT 11 . Sistem  juga dilengkapi pengukur tinggi tanaman yang hasil pembacaannya digunakan untuk acuan pemberian cahaya tambahan untuk menjaga fase vegetative tanaman dengan menggunakan Led jenis Led grow sebagai pengganti cahaya matahari.

Selain fitur otomatis menggunakan pembacaan sensor elektronik yang telah disebutkan, sistem ini juga memiliki fitur manual di antaranya untuk penyiraman air, penyiraman pupuk cair dan untuk menyalakan sistem cahaya tambahan, menggunakan tombol yang ada di box panel. Dan untuk menunjang sistem yang ada, dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things, sistem ini juga dilengkapi dengan pemantauan dan kontrol jarak jauh menggunakan aplikasi yang telah dibuat dan dapat diakses di komputer maupun smartphone. Dengan SI MANTU, diharapkan proses budidaya tanaman krisan dapat dilakukan efektif dan optimal oleh petani dan berpengaruh pada kualitas bunga krisan yang lebih baik. (sgi)

BERITA REKOMENDASI