Mahasiswa Undip Ubah Limbah Plastik Menjadi ‘Eco Brick’

SEMARANG,KRJOGJA.com- Di bawah bimbingan dosen senior Departemen Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undip Dr Ari Pradhanawati MS dan Dina Lestari SE MSi Akt, sejumlah mahasiswa departemen tersebut memanfaatkan limbah plastik menjadi eco brick (batu bata ramah lingkungan). 

Caranya, limbah plastik dipotong kecil kecil lalu dimasukkan ke botol botol air mineral berbagai ukuran dan botol botol tersebut dirangkai menjadi satu dengan lem kaca. “Dari bahan ini bisa dibuat berbagai bentuk seperti kursi kecil untuk duduk (dingklik-Red) dan bentuk lainnya. Cara ini sangat bermanfaat untuk mengurangi cemaran plastik. Para mahasiswa diberi pelatihan pra KKN serta membuatnya dan menularkan ilmunya pada masyarakat desa tempat mereka ber-KKN" ujar Ari P didampingi mahasiswa Departemen Administrasi Bisnis Anis Qomariah, Retno Candra, Fadia, dan Briyan Armando kepada pers di kampus setempat  Selasa (26/2/2019). 

Menurut Ari P, mahasiswa sebelum terjun ke KKN dibekali ilmu pembuatan eco brick sampai pada pembuatan modul sehingga bisa ditularkan langsung ke masyarakat sesuai tuntutan Rektor Undip.

Menurut Anis Qomariah, tim-nya tersebut telah melakukan KKN di Kec Suruh Kab Semarang 7-21 Februari lalu dengan menularkan ilmu pembuatan eco brick dan edukasi pengelolaan sampah pada PKK, Karang taruna dan para siswa dan guru SMP Muhammadiyah Kec Suruh. 

Peserta pelatihan antusias dan belum tahu sebelumnya kalau sampah plastik bisa dijadikan barang bermanfaat. Tiap satu balok ecobrick 330 ml bisa menampung sampah plastik 110 gram, sehingga kalau satu “dingklik” terdiri 19 balok maka akan bisa menampung 2.090 gram sampah plastik. Sampah plastik akan jauh lebih banyak ditampung (dimanfaatkan) kalau balok menggunakan kemasan air mineral ukuran lebih besar seperti 600 ml atau 1,5 liter. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI