Marsma Latif Gembleng Menwa Se-Jateng

SEMARANG, KRJOGJA.com – “Bela Negara bukan hanya angkat senjata saja tetapi bela negara dapat diwujudkan sesuai profesi masing-masing. Seorang petani yang menanam padi dengan baik itu suatu bentuk bela negara utamanya dalam mendukung ketahanan pangan. Begitupun para mahasiswa, mahasiswi yang belajar dengan baik, mempunyai ide dan inovasi yang maju dan  tidak terpengaruh Narkoba itu sudah merupakan bentuk suatu bela negara. Mulailah bela Negara dari hal hal terkecil dengan menata  diri kalian sendiri dengan hal hal yang baik, apabila ini sudah dilakukan bersama sama maka pertahanan Negara Indonesia akan kuat, tangguh,” ungkap Kepala Perwakilan Kementerian Pertahanan Provinsi Jawa Tengah Marsekal Pertama TNI Latif Ainul Yaqin, S.E., M.M dalam Sarasehan Menwa Se-Jawa Tengah. Kegiatan ini digelar Kemenhan bekerjasama dengan Skomen Maha Diponegoro sebagai upaya untuk meningkatkan semangat Bela Negara guna mewujudkan pertahanan Negara yang tangguh. 

Sarasehan digelar di GOR Lapangan Tenis Indoor Setwan, Jalan Papandayan Semarang, Sabtu (20/10/2018) diikuti 105 anggota Menwa Mahadipa dihadiri pejabat Kesbangpolinmas Provinsi Jateng, dari Kodam IV Diponegoro dan Polda Jateng. Sarasehan dibuka ekda Prov. Jateng yang diwakili Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Jateng Drs. Suwondo, M.Si.  

“Globalisasi menjadi dua sisi mata pedang, di satu sisi memberi manfaat kekuatan bagi eksistensi nilai nilai kebangsaan, namun di sisi lain menjadi ancaman yang akan mengubur kepribadian dan potensi yang menjadi karakter bangsa Indonesia. Pengaruh dan dampak globalisasi bagi bangsa Indonesia yang Heterogen dengan berbagai Suku, agama, adat istiadat dan budayanya merupakan suatu bentuk ancaman non militer atau perang modern yang tidak berwujud perang secara fisik namun lebih kepada penguasaan sumber daya, akal nalar dan rasionalitas social budaya yang membuat warga Negara secara tidak sadar mengikuti keinginan Negara dan kepentingan Negara lain. Untuk itu langkah antisipasi perlu dilakukan untuk menangkal dampak negatif  globalisasi diantaranya dengan menumbuhkan semangat nasionalisme, menanamkan dan mengamalkan Pancasila, ajaran agama, mewujudkan supremasi hukum dan selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi dan sosial budaya," papar Suwondo membacakan sambutan Sekda Provinsi Jateng Dr Ir Sri Puryono. (Cha)

BERITA REKOMENDASI