Mau jadi Abdi Dalem Kraton Agung Sejagat Harus Bayar Rp30 Juta

SEMARANG, KRJOGJA.com –  Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko  Amelza Dahniel didampingi Direktur Reskrimum Kombes Pol  Budhi Haryanto dan Kabid Humasn  Kombes Pol Iskandar mengakui kemunculan Kraton Agung Sejagat yang cukup mengagetkan itu merupakan suatu fenomena terjadi di tengah masyarakat. 

Menurut Kapolda setelah ditelusuri ternyata, semua karena ulah Totok dan Dyah yang mengikrarkan diri, sebagai raja dan ratu keraton agung jagat. "Semua yang merencanakan dan membuat, termasuk bangunan rumah yang disebut keraton dan pakaian serta sarana prasana dan alat peraga, termauk panji panji dri bahan kain bergambar simbol kerajaan dibuat sendiri", ucapnya.

BACA JUGA :

Geledah Keraton Agung Sejagat, Polisi Temukan Ini

Kontrakan Raja Kraton Agung Sejagat digerebek, Mengejutkan! Ini Yang Ditemukan

 

Menurut Irjen Rycko motif memdirikan keraton agung jagat sejak tahun 2018, namun baru dideklarasikan dan kirap  pada Jumat (10/01/2019) bertujuan hanya mencari keuntungan dengan mengumbar janji dapat menjadikan orang lain hidup enak. 

Selain itu, kata Kapolda Totok yang mengikrarkan diri sebagai raja dunia merencanakan membentuk pemerintahan dari pusat hingga bawah. Dan,bagi masyarakat yang gila jabatan dan tertarik bergabung, misalnya ingin menjadi menteri maupun karyawan diwajibkan membayar iuran. Untuk jumlah iuran sesuaibarang bukti tabungan milik tersangka  bervariasi mulai Rp 1 juta sampai Rp 30 juta. (Cry)

 

BERITA REKOMENDASI