Maulid Burdah, Doakan Arina Sabiela

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Ratusan santri Pesantren Salaf Fadhlul Fadhlan yang berlokasi di Mijen Kota Semarang menjelang Ramadan 1443 Hijriyah, tepatnya Sabtu (02/04/2022), serentak melantunkan Maulid Burdah di Makam Al Syahidah Al Marhumah Ning Arina Sabiela Fadlolan. Pembacaan Maulid Burdah dipimpin langsung oleh pendiri sekaligus pengasuh DR KH Fadlolan Musyaffa’ Lc MA dan Ibu Nyai Hj Fenty Hidayah Spd.

Sebagaimana diketahui, Ning Arina Sabiela (22) mahasiswi semester akhir Universitas Al Azhar Kairo Mesir, wafat akibat kecelakaan tunggal di jalan highway Alexandria-Cairo Desert Road di kawasan Wadi Natroun, Behayra, saat mobil yang ditumpangi bersama tiga rekannya, mahasiswa Al-Azhar asal Indonesia menabrak pembatas tol. Dalam kecelakaan tersebut 3 rekannya selamat. Peristiwa pada Selasa (08/03/2022) tersebut saat rombongan berziarah ke makam penulis Kitab Burdah Imam Bushiri di Alexandria Mesir.

Almarhumah adalah putri sulung Kiai Fadlolan Musyaffa’, pemimpin Pesantren Fadhlun Fadhlan, sekaligus Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah. Selanjutnya jenasah almarhumah setiba di Tanah Air, dikebumikan di kompleks pesantren tersebut.

Para santri terlihat membacakan Maulid Burdah dengan penghayatan tinggi serta menunjukkan ekspresi totalnya. Mengingat Maulid Burdah merupakan syair atau puisi dalam bahasa Arab yang berisi pujian dan doa yang dipanjatkan untuk Nabi Muhammad SAW.

Maulid Burdah ini dikarang oleh Imam Bushiri yang merupakan salah satu ulama Mesir. Ulama ini sangat dicintai oleh Al-Syahidah Al-Marhumah Ning Arina Sabiela Fadlolan. Semasa hidup dan selama kuliah di Mesir, almarhumah rajin tabarukan dan berziarah ke makan Imam Bushiri di Alexandria Mesir. Termasuk mobil yang dikendaraai pengalami kecelakaan ketika Neng Arini bersama tiga rekannya usai berziarah ke makam Imam Bushiri.

Maka tabarukan Maulid Burdah yang dilantunkan seluruh santri-santriwati pesantren Fadhul Fadhlan, selain dalam rangka menyambut datangnya Ramadhan 1443 Hijriyah, sekaligus sebagai apresiasi kecintaan santri pada Rasulullah SAW, serta meneladani sunah Nabi yang dicontohkan As Syahidah Ning Arina Sabila.

“Alhamdulillah tabarukan berjalan khidmat dan dipenuhi rasa haru di hati seluruh santri. Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang dekat dengan Allah SWT, Rasulnya dan para ulamanya,” tandas Kiai Fadlolan Musyaffa’ yang diamini oleh segenap santri-santriwati. (Isi)

BERITA REKOMENDASI