Menulis, Sarana Kembangkan Profesionalisme Guru

SEMARANG, KRJOGJA.com – Kompetensi menulis menjadi salah satu wujud pengembangan profesionalisme guru. Menulis, baik dalam bentuk artikel di jurnal ilmiah, media massa, atau buku, merupakan bentuk eksistensi keilmuan. Guru yang tidak menganggap penting kompetensi menulis dinilai belum sungguh-sungguh mengembangkan profesinya.

Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes), Dhoni Zustiyantoro menuturkan, menulis menjadi bagian penting dari profesionalisme guru. Sebab, menulis adalah upaya untuk mengartikulasikan gagasan, menyampaikan pandangan dan wawasan, juga menyampaikan masukan dan solusi atas permasalahan. “Menulis berarti terus berupaya memperbaiki diri,” ujarnya, Minggu (17/1/2021).

Menurutnya, guru mesti berbagi inovasi dan solusi terkait dengan permasalahan dunia pendidikan karena setiap waktu mereka menggelutinya. Hal itu dirasakan sangat penting terlebih lagi pada pembelajaran masa pandemi yang sudah hampir berlangsung selama hampir setahun. “Tentu saja ada banyak persoalan dalam dunia pendidikan kita pada masa pandemi ini, namun juga begitu banyak inovasi yang dihasilkan. Jika guru mau menuliskan gagasannya terkait dengan inovasi yang dihasilkan dalam pembelajaran, sekecil apa pun inovasi itu, akan sangat bermanfaat,” katanya.

FBS Unnes dan Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Unnes menganggap sangat pentingnya pengetahuan dan ketrampilan menulis yang harus dimiliki guru. Sehingga Sastra Jurusan Sastra dan Bahasa Unnes melakukan Pelatihan Menulis Artikel Ilmiah Populer bagi Guru yang diselenggarakan secara daring selama bulan Januari 2021 dan Dhoni sebagai salah satu pemateri pelatihan.

Pelatihan intensif diikuti 17 peserta terdiri guru SD, SMP, dan SMA/sederajat di Jawa Tengah. Pertemuan dilakukan seminggu sekali secara daring melalui aplikasi Zoom. Produk pelatihan yang akan dihasilkan adalah buku kumpulan artikel terkait sejumlah tema yang sudah ditentukan.

BERITA REKOMENDASI