Meski Import Terdampak Corona, Sepatu & Sandal China Masih Diburu

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJOGJA.com – Musim penghujan membuat masyarakat menyesuaikan terhadap barang kebutuhannya, termasuk barang-barang yang digunakan dan berpotensi terdampak banjir. Kebutuhan akan sepatu atau sandal pun kini juga banyak yang disesuaikan materialnya untuk bisa digunakan saat hujan, apalagi banjir.

Kehadiran sandal dan sepatu berbahan karet ternyata menarik perhatian masyarakat. Apalagi barang yang kebanyakan diimport dari China ini dikenal memiliki model yang nyaris tak kalah dari yang berbahan kulit. Terlebih sepatu dan sandal berbahan karet ini pun selain awet juga tergolong murah.

Buyung, pemilik kios sandal dan sepatu karet di Pasar Peterongan Semarang mengaku, selama masuk musim penghujan, minat masyarakat terhadap sandal dan sepatu berbahan karet cukup tinggi. “Sehari kami bisa menjual 20 pasang, baik anak-anak maupun dewasa. Harga paling murah Rp 15 ribu dan paling mahal Rp 125 ribu untuk sepatu. Kebanyakan alasan membeli karena bisa dipakai saat kehujanan atau saat banjir,” papar Buyung, Kamis (27/2/2020).

Pedagang lain, Suparyana mengaku sandal dan sepatu karet jadi favorit anak-anak lantaran selain awet dan murah, modelnya pun cukup menarik. Ada yang mengusung gambar figur tokoh animasi yang sedang digemari.
Meski kini peminatnya banyak, menurut Suparyana pasokan terkendala import.

“Sejak adanya kasus virus Corona di China, import dari China pun terhambat. Semua stop dulu. Namun demikian kami belum merasakan dampak yang merugikan. Hanya saja model-modelnya belum bisa up date. Masih stok lama. Yang ada di pasaran kini merupakan stok lama sebelum muncul kasus virus. Jadi produk yang ada di sini pun masih aman dan tak perlu dikhawatirkan,” kata Suparyana. (Cha)

 

BERITA TERKAIT