Meski SD Tak Lulus, Apit Sukses Jadikan Semarang Hebat

Editor: KRjogja/Gus

APIT UNTORO adalah pria berusia 31 tahun yang sejak kanak-kanak malang-melintang di jalanan. Hidupnya di saat tahun-tahun awal reformasi sering terlihat di aksi-aksi demontrasi. Kala itu dia baru berusia 8 tahun sudah tampil sebagai anak-anak yang ikut menghibur para mahasiswa pendemo maupun wartawan yang sedang meliput.

Apit biasa melakukan aktifitas yang melucu dan menghibur demonstran maupun wartawan. Entah menyanyikan lagi-lagu Joshua sambil joget dan menirukan aksi orator dengan ngomong apa saja yang lucu dan bikin tertawa.

Lambat laun, Apit yang putus sekolah karena kondisi ekonomi orang tuanya, beranjak dewasa. Hidupnya tetap biasa di jalanan. Setiap ada kegiatan-kegiatan seperti upacara peringatan di Halaman Kantor Gubernur Jateng, lapangan Pancasila Simpanglima hingga Halaman Kantor Walikota selalu tampak hadir. Meski bukan tamu undangan, namun Apit paling gemar menyaksikan upacara dan memandangi para pejabat dengan sesekali berjabat tangan.

Apit memang memiliki kepedulian dan jiwa sosial tinggi sejak kecil. Bahkan ketika berhadapan dengan para pejabat, Apit sering menceritakan kondisi daerah yang baru dia datangi. Dari kondisi kekeringan, jalan rusak sampai kondisi masyarakat.

Walikota Semarang H Hendrar Prihadi SE MM yang sejak menjabat Wakil Walikota mengenal Apit dan sesekali mendengan obrolannya pun sering mengecek kebenarannya. Dan tampaknya info-info dari Apit inilah dirasa sangat penting dan ditindak lanjuti. Apit sering menyampaikan jalan-jalan rusah hingga lampu penerangan yang padam. Dari sinilah Apit kemudian dikenal sebagai Relawan Pemantau Jalan.

Apit pun mengantongi nomor telepon Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Dan Apit biasa kontak langsung melaporka kondisi jalan-jalan Kota Semarang. Awalnya hanya berbekal sepeda butut Apit melanglang buana Kota Semarang, dengan bekal kemampuan menulis yang hanya didapat hingga kelas 5 SD, Apit mencatat jalan-jalan yang rusak dan kondisinya. Sewaktu belum memiliki HP Android kadang dia menemui Walikota Semarang dengan doorstop di Kantor maupun rumah.

BERITA REKOMENDASI