Minimalisir Dampak Covid-19, LPPM Unika Adakan Diskusi Berseri

Augustina Sulastri PhD pada diskusi memaparkan tentang Edukasi Psikososial Pada Masa Pandemi Berbasis Kognitif-Behavioral dan Komunitas. Menurutnya, psikososial menolong kita untuk berpikir bagaimana kita menganalisis inner world (individual psychology, world view, beliefs) dari masyarakat Indonesia tapi sekaligus edukasi psikososial dari pemerintah. Dan pemerintah Indonesia dapat mulai merancang komunikasi antisipatif sebagai bentuk edukasi psikososial untuk persiapan memasuki “the new normal”pada masyarakat Indonesia apabila berharap pada bulan Juli 2020 sudah normal kembali.

Sedang Kuriake Kharismawan SPsi MSi Psikolog dalam sesi itu menegaskan adanya pandemi covid-19 telah berdampak mengubah banyak hal mulai dari masyarakat atau komunitas hingga individu, salah satunya adalah munculnya gejala stres yang ditandai dengan beberapa. Untuk stres fisik cirinya melemahnya sistem imune dan perubahan gaya hidup di antaranya munculnya sariawan, naiknya asam lambung, rambut rontok, migrain, asma , dan eksim.

Sedang stres psikis yang ditandai perasaan mudah marah, sensitif, sedih berlebihan, mimpi buruk, pesimis dan moody. Kemudian stres perilaku ditandai antara lain dengan kondisi pelupa, bingung, sulit konsentrasi, susah tidur, panik, cemas, dan makan terlalu banyak/sedikit. (sgi)

BERITA REKOMENDASI