Minyak Goreng bekas dari Warga Diubah Jadi Bio Solar

SEMARANG KRJOGJA.com – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Noodle Division Cabang Semarang meluncurkan inisiatif terbarunya dalam bidang CSR Lingkungan Hidup dengan menggulirkan Program Bank Sampah, bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang.

Wujud kerjasama dan support diwujudkan dengan membantu pembeayaan berdirinya Kantor dan Gudang Bank Sampah di Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.

Peresmian dilakukan Kamis (8/3/2018) oleh Camat Ngaliyan Agus Priharwanto disaksikan Lurah Kalipancur Indriastuti, Deni Puspahadi Head of CSR PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan Bezaliel Pakke Branch Human Resources Manager PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Noodle Division Cabang Semarang.

Keberadaan Bank Sampah menurut Deni Puspahadi diharapkan akan memberi efek positif pemberdayaan ekonomi masyarakat dari barang-barang yang semula tidak bermanfaat namun bisa didaya gunakan kembali. "Sampah-sampah yang non organik sebisa mungkin bisa dikumpulkan atau dipilah dan dapat dijual di Bank Sampah. Hasil penjualan bisa ditabung dalam bentuk rupiah dan menjadi lebih bermanfaat sebagai tabungan masyarakat", ungkap Deni Puspahadi.

Indofood melalui program CSR-nya, menurut Deni secara tidak langsung juga mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola sampah lebih berdaya guna. Sehingga efeknya selain pada perekonomian juga pada lingkungan. Lingkungan akan bersih dari sampah-sampah yang sulit terproses secara alami.

Lurah Kalipancur, Indriastuti memaparkan, Indofood telah membantu berkembangnya Bank Sampah di kelurahannya sehingga sekarang ini sudah dapat bermanfaat bagi warga Kalipancur, dan bahkan dari luar wilayah. " Semua sampah organik seperti kertas, kardus, plastik, besi dan kaca memiliki nilai ekonomi. Warga sudah menyadarinya untuk memilah dan menjualnya ke Bank Sampah. Hasil penjualan langsung masuk ke rekening mereka masing-masing dan dapat diambil sewaktu-waktu dalam bentuk uang rupiah", ungkap Indriastuti.

Bahkan menurut Indriastuti, Bank Sampah Kalipancur juga menerima penjualan minyak goreng bekas atau jelantah dari warga yang umumnya ibu rumah tangga. Satu botol isi 1,5 liter untuk beli dihargai Rp 3.500 sedangkan Bank Sampah menjualnya kembali seharga Rp 4.500. Keuntungan penjualan minyak jelantaah untuk meningkatkan modal bank.

Minyak jelantah yang dibeli Bank Sampah kemudiah dijual untuk diolah menjadi bahan bakar sejenis bio solar untuk menghidupkan mesin diesel pemarut kelapa di pasar-pasar.

Sementara Camat Ngaliyan, Agus Prihaswanto mengapresiasi Indofood karena telah membantu pemberdayaan masyaraakat di wilayahnya. Agus memaparkan bahwa program penanganan sampah menjadi bahan berdaya guna telah berlangsung lama dan kini tambah maju berkat dukungan Indofood. Bank Sampah selain yang kini jadi pilot project di Kalipancur, menyusul juga akan ada di Kelurahan Tambakaji. Selain itu ada pula program Sedekah Sampah di Kelurahan Ngaliyan yang telah berdayaguna dapat membantu Panti Asuhan di wilayahnya. (Cha)

 

BERITA REKOMENDASI