Modus Baru, Daging Glonggongan Diangkut Bronjong

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Pengiriman daging sapi glonggongan dari Boyolali ke Grobogan kini tidak lagi menggunakan mobil pikap. Melainkan diangkut sepeda motor dengan menggunakan bronjong. Hal itu terbukti saat tim gabungan dari Disnakkan, Disperindag, Dinkes, Satpol PP dan Polres Grobogan berhasil menangkap dua pelaku dalam operasi, Kamis (22/06/2017) dini hari.

"Kami berhasil menjaring dua sepeda motor yang mengangkut 172,9 kilogram daging sapi golonggongan dari Boyolali. Daging sebanyak itu dibawa Farhan (23) dengan menaiki sepeda motor Nopol AD 2560 AKD dan Jaswanto (29) yang menaiki sepeda motor Nopol AD 3700 AID. Keduanya mengaku ditugasi Fauzi (40) warga Desa Tanduk Kecmatan Ngampil Boyolali untuk mengantar barang haram tersebut ke Purwodadi,” ungkap Kepala Disnakkan Grobogan dr Riyanto MM, usai memimpin operasi.

Kedua pelaku ini terjaring operasi di perlintasan rel KA Ngrombo dan depan Pasar Danyang. Awalnya petugas fokus mengamati kendaraan pikap bernopol AD. Ketika tengah menyisir ke beberapa sudut kota, petugas mendapat laporan jika ada dua pengendara sepeda motor bernopol AD dengan membawa bronjong melaju cukup kencang dari arah Solo. Petugas langsung mencegatnya di perlintasan rel KA Ngrombo dan depan Pasar Danyang.

Ketika dihentikan, awalnya kedua pengaku membawa dagangan sayur. Ketika dibuka tenyata berisi daging sapi.  Petugas langsung mengecek dengan alat pengukur kadar air. “Kadar airnya antara 82-83 persen. Dugaan kuat daging glonggongan karena daging sehat kadar airnya rata-rata 77 persen,” tegas Riyanto. (Tas)

Disebutkan, daging glonggongan ciri-cirinya antara lain warna pucat, jika diraba berair, diangkat netes air, bau agak anyir dan harga jual relatif murah sekitar Rp 75.000-85.000 perkilogram. Sedangkan harga daging sehat mencapai Rp 100.000 – 120.000 perkilogram. “Jika ingin membeli daging sehat lebih baik beli di kios resmi di Pasar Induk Purwodadi,” pintanya. (Tas)

BERITA REKOMENDASI