MUI-BNNP Jateng ‘Berantas’ Narkoba

SEMARANG (KRjogja.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Jumat (16/09/2016), menandatangani memory of understanding (MoU) tentang pemberantasan narkoba di provinsi ini. MUI berharap, dari kerja sama ini, prevalensi pengguna narkoba di Jateng yang kini mencapai 1.96 persen atau setara 600 ribu dari jumlah penduduk Jateng, dapat diturunkan.

Penandatanganan MoU dilakukan antara Kepala BNNP Jateng Tri Agus Heru Prasetyo dengan Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Achmad Darodji MSi,di gedung BNNP Jateng, jalan Madukoro, Semarang. Dihadiri sejumlah pengurus MUI termasuk Sekum MUI Jateng KH Muhyiddin MSi.

Dr KH Achmad Darodji menegaskan, persoalan narkoba di Jateng sudah memasuki fase kritis. Angka prevalensinya mendekati dua persen yang berarti. Bila menembus dua persen maka masuk kategori provinsi darurat narkoba.
“Kita harus menekan angka itu, jangan menembus dua persen. Harus diupayakan turun. Bila perlu penurunannya dapat menjadi contoh nasional. Maka, masalah narkoba di Jateng bukan lagi menjadi tanggung jawab BNNP Jateng ansih, tapi menjadi tanggung jawab bersama elemen masyarakat termasuk MUI Jateng,” tandasnya.

Guna menekan angka prevalensi tersebut, MUI Jateng bersama BNNP sepakat mendesain tiga program prioritas antara lain penyelenggaraan halaqoh ulama, khutbah Jumat antinarkoba serentak di seluruh masjid di Jateng serta deklarasi umat Islam antinarkoba secara masif. Deklarasi akan melibatkan Dewan Masjid Indonesia Jateng, Kemenang Jateng serta Pemprov Jateng.

Kepala BNNP Jateng Tri Agus Heru Prasetyo menyambut positif uluran tangan MUI yang proaktif membantu BNNP Jateng. Menurutnya, dari tren kasus narkoba saat ini, rasanya berat bagi BNNP dalam menjalankan tugas tanpa didukung elemen masyarakat. (Isi)

BERITA REKOMENDASI