MUI Jateng Desak Selamatkan Muslim Rohingya

 

SEMARANG, KRJOGJA.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengeluarkan tujuh seruan mengutuk keras atas kekejian, kekejaman, dan kebrutalan militer Myanmar terhadap muslim Rohingya termasuk rezim penguasa dan pimpinan agama mayoritas yang melakukan pembiaran.

"Royal Swedish Academy of Sciences Karolinska Institut Norwegian Nobel Committee agar mencabut hadiah nobel yang pernah diserahkan kepada Aung San Suu Kyi,” tegas Wakil Ketua Umum MUI Jateng Prof Dr H Ahmad Rofiq MA kepada pers, Minggu (3/9/2017), di Semarang.

Ditegaskan, seruan MUI Jateng sebagai upaya menyelamatkan muslim Rohingya. Seruan berikutnya, mendesak Presiden Jokowi dan pimpanan umat beragama agar menempuh langkah diplomatik guna menghentikan kekejaman, kekejian, dan kebrutalan gerakan genosida tersebut, sesegera mungkin.

MUI Jateng juga mendesak Presiden RI agar melibatkan masyarakat ASEAN untuk meninjau dan mempertimbangkan kembali keanggotaan Myanmar, yang dianggap tak pantas lagi duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dalam komunitas masyarakat ASEAN. 

Mendesak para pemimpin agama di ASEAN, terutama pimpinan Budha agar mengambil langkah kongkret untuk menghentikan kekejaman tersebut atas nama agama. MUI Jateng mendesak pula para pegiat dan pejuang HAM Indonesia dan internasional untuk mengajukan tuntutan ke Mahkamah Interenasional siapa pun yang terbukti mendalangi, melakukan, dan membiarkan pembantaian terhadap warga muslim Rohingya. (Isi)

BERITA REKOMENDASI