Muncul Spanduk Penolakan Khilafah, Forkomas Waspadai Penyusup

Editor: Agus Sigit

SEMARANG KRJOGJA.com – Kemunculan kelompok atau organisasi Khilafatul Muslimin memicu reaksi penolakan oleh warga masyarakat di Kota Semarang. Bahkan kini bermunculan spanduk-spanduk bernada penolakan keras di pinggir-pinggir jalan.

Ketua Umum Forum Komunikasi Organisasi Massa (Forkomas) RI, Adhi Siswanto Wisnu Nugroho SPd STh kepada wartawan, Senin (27/6/2022) menyampaikan reaksi masyarakat berupa penolakan ini jangan dipandang enteng, harus disikapi dengan tindakan nyata pemerintah melalui aparatnya yang berwenang menanganinya.

“Saya sampaikan jangan sampai nanti ada tindakan sendiri-sendiri dari kelompok masyarakat atau warga untuk mengatasinya. Pemerintah harus segera bereaksi membersihkan Kota Semarang dari adanya kelompok yang ditentang oleh warga masyarakat,” terang Adhi.

Sebagaimana yang terjadi di beberapa daerah, kelompok Khilafatul Muslimin sudah ada yang terang-terangan melakukan show of force dengan melakukan konvoi kendaraan mengusung pesan yang dicita-citakan, yakni membentuk negara Khilafah. Bahkan secara terang-terangan mereka juga menyampaikan tidak mengakui dan menganut Azaz Pancasila sebagai Ideologi Negara.

Atas kejadian tersebut, di beberapa daerah warganya sudah mengantisipasi. Termasuk di Kota Semarang, reaksi penolakan warga sudah ditunjukkan melalui pemasangan spanduk. “Tentu ini cara-cara yang soft dengan menyampaikannya melalui pesan tulisan, kami berharap kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Khilafatul Muslimin sadar bahwa kehadiran mereka di Kota Semarang ini mengandung resistensi karena adanya penolakan. Maka lebih baik menyingkir dan membubarkan diri,” tegas Adhi Siswanto.

Lebih lanjut, Adhi menekankan bahwa tidak ada tempat bagi mereka yang ingin merongrong kedaulatan negara yang berideologikan Pancasila. Baik itu ideologi Komunis atau Khilafah, tidak perlu dipaksakan untuk hidup dan berkembang di bumi NKRI. “Indonesia menganut ideologi Pancasila yang digali dari nilai-nilai karakter dan kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk dan berpegang pada semangat Ke-Bhinekaan. Karena ini sudah final maka patut kita pertahankan hingga generasi mendatang. Jangan ada yang berani mengubahnya, meski sedikitpun,” tegas Adhi.

Forkommas RI berharap Organisasi Massa juga perlu mewaspadai akan penyusupan ideologi atau faham khilafah dalam tubuh ormas. Karenanya Adhi berharap Pemerintah bisa menggandeng Ormas untuk melakukan upaya pewaspadaan dengan menggelar kegiatan penanaman wawasan kebangsaan secara berkesinambungan.

Alasan ini nenurut Adhi menilik, pasca reformasi yang meniadakan penataran P4 bagi masyarakat, justru mendegradasi pemahaman Ideologi Pancasila dan melahirkan generasi yang mudah dipengaruhi oleh faham-faham asing yang masuk, dan bahkan bersifat radikal dan intoleran. Oleh karena itu, perlu dikembalikannya lagi Pendidikan-pendidikan Pancasila kepada masyarakat. (Cha)

 

BERITA REKOMENDASI