Musda Demokrat Diarahkan Musyawarah Mufakat

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Khawatir terhadap praktik money politik, Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Jatenag diarahkan utnuk menggunakan sistem musyawarah mufakat. Sistem voting dikhawatirkan akan memunculkan proses transaksional yang bisa memunculkan problem internal.

Demikian dikatakan Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Pramono Edi Wibowo kepada wartawan di arena Musda di hotel Patra Semarang Kamis (14/09/2017). Untuk menghindari munculnya intrik, panitia juga masih merahasikan bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Jateng yang sudah muncul. Namun Edy menjamin calon tidak akan lebih dari tiga orang.

Musda akan dilaksanakan Jumat (15/09/2017) di hotel Patra Semarang. Musda akan memilih Ketua baru Partai Demokrat Jatenag untuk periode 2017-2022. Pramono Edi menilai Musda kali ini memiliki nilai sangat strategis karena ketua terpilih nantinya akan langsung menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tujuh daerah di Jateng, serta persiapan menghadapi Pemilu serentak 2019 mendatang.

“Kami sengaja mengarahkan peserta Musda agar memilih cara musyawarah mufakat untuk menentukan ketua baru. Ini kami lakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya praktik money politik jika pemilihan ketua dilakukan melalui voting,” tegas Pramono Edi. (Bdi)

BERITA REKOMENDASI