Musim Hujan, Koramil Inventarisir Potensi Bencana Alam

SEMARANG KRJogja.Com – Tingkat curah hujan yang mengguyur Kota Semarang semakin meningkat memasuki bulan November ini. Untuk mengantisipasi potensi kerawanan bencana alam (Bencal) berupa banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari tingginya curah hujan dan kesalahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan, Posko Siaga Bencana Koramil 13 Semarang Selatan Kodim 0733 BS Semarang mulai turun ke lapangan menginventarisis potensi kerawanan di wilayahnya.

“Para Babinsa kami sudah diterjunkan ke wilayah masing-masing untuk menginventarisir peta kerawanan. Mereka bersama masyarakat juga mulai mengecek wilayah, utamanya kondisi sungai, saluran-saluran penting, talud serta wilayah perbukitan yang sering terjadi longsor. Kami juga peringatkan beberapa warga masyarakat yang masih mempertahankan kebiasaan membuang sampah ke bantaran dan sungai. Kami sudah berkoordinasi dengan Camat agar masyarakat mengantisipasi kerawanan bencana akibat curah hujan dengan membersihkan saluran dan memperbaiki perilaku hidup bersih,” ujar Danramil 13 Semarang Selatan, Mayor Inf Rahmatullah AR SE MM, Selasa (3/11/2020) saat meninjau bantaran sungai Cempedak yang masih dipenuhi sampah.

Di wilayah Semarang Selatan menurut Mayor Inf Rahmatullah terdapat aliran sungai Cempedak yang tersambung dengan sungai Banjir Kanal Timur. Dalam pantauannya sekarang di sungai Cempedak masih terdapat banyak sampah yang bila terjadi hujan lebat akan berpotensi mengakibatkan banjir bandang. “Material sampah ini bila ikut terbawa air deras maka akan berdampak serius bagi lingkungan dan wilayah sekitar yang dekat aliran sungai. Apalagi kondisi sungai Banjir Kanal Timur masih terdapat sedimentasi atau endapan lumpur,” ungkap Rahmatullah.

BERITA REKOMENDASI