Nasionalisme Tionghoa Tidak Perlu Diragukan Lagi

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG (KRjogja.com) – Kalangan etnis China (Tionghoa) menyatakan soal nasionalisme mereka terhadap bangsa Indonesia tidak perlu diragukan. Bahkan kaum minoritas tersebut merasa sudah bukan lagi bukan sebagai Tionghoa, karena sudah benar-benar menyatu dengan bangsa Indonesia.

 

Demikian diungkapkan sejumlah tokoh Tionghoa dalam dialoq kebangsaan dengan tema “Nasionalisme Tionghoa Untuk Indonesia” yang diadakan Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng (FWPJT), di Sekolah Nasional Karangturi di Semarang Sabtu (27/8).

Beberapa narasumber yang tampil dalam dialoq tersebut adalah Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI), Anton Medan, Budayawan Tionghoa Haryanto Halim, aktivis perempuan dan anak Tionghoa Dewi Susilo Budihardjo, Diaspora Indonesia Lian Guow dan beberapa narasumber lainnya.

Menurut Anton Medan yang tidak sungkan-sungkan menyebut dirinya sebagai mantan perampok dan pembunuh, banyak tokoh Tionghoa yang memiliki peran dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Hanya saja mereka jarang terekspose karena memang berasal dari kelompok minoritas.

Hal senada juga disampaikan Haryanto Halim. Menurutnya, dalam sejarah keberadaan Tionghoa di Indonesia merupakan minoritas, dan orang-orang Tionghoa sejak kemerdekaan Indonesia telah dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia untuk sama-sama membangun Indonesia.

"Dari sisi ekonomi, keberadaan Tionghoa menjadi pioneer pembangunan ekonomi di Indonesia, karena pada zaman orde baru, pemerintah membatasi peran kaum Tionghoa. Mereka tidak boleh menjadi polisi, militer atau bekerja di pemerintahan. Sehingga untuk berjuang mempertahankan hidup, kaum Tionghoa harus terjun di bidang bisnis,” tutur Haryanto Halim. (Bdi)

 

BERITA REKOMENDASI