‘Nginceng Wong Meteng’ Digencarkan di Salatiga

SALATIGA (KRjogja.com) – Jumlah ibu hamil di Kota Salatiga dari pendataan sampai Agustus 2016, 2.939 orang atau menurun dibandingkan pada tahun 2015 sebanyak 3.136 orang. Saat ini Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga fokus terhadap penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Kepala DKK Kota Salatiga Sovie Hardjanti mengatakan, semua ibu hamil di tahun 2016 ini menjadi sasaran program berskala prioritas yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sedangkan jumlah bayi yang menjadi sasaran program penuruan angka kematian, yakni 2.684 jiwa.

"Rata –rata 20 persen sampai 30 persen ibu hamil dari jumlah sasaran memiliki risiko tinggi kematian. Sampai Agustus 2016 ini, ibu hamil yang meninggal  hanya seorang, ungkap Sovie Hardjanti kepada wartawan, Senin (22/08/2016).

Sovie merasa kebobolan atas kematian ibu hamil tersebut akibat memiliki riwayat darah tinggi atau mengalami preeklamsi yang cukup berat. Karena itu, DKK secara umum menjalankan program Nginceng Wong Meteng, yakni ketika  ada ibu hamil, tim akan selalu memantau perkembangannya dan segera mengatasinya ketika muncul atau ada indikasi masalah. “Kami memantau dan mengintai warga yang hamil sampai melahirkan. Kami juga menerapkan program Nginceng Wong Meteng,” ujar Sovie. (Sus)

 

BERITA REKOMENDASI