Open Class Lesson Study Berdampak Besar Pada Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJOGJA.com – Ada beberapa cara dilakukan bagi para pendidik (guru) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, salah satu di antaranya dengan melakukan open class berbasis lesson study.

“Banyak guru yang awalnya cara mengajarnya monoton, seadanya dan lain sebagainya. Dengan lesson study berbasis kolaborasi guru-dosen menjadikan pembelajaran sangat bermanfaat bagi para guru” ujar Ketua Panitia The 12th International Conference on Lesson Study (ICLS) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Dr Eny Winaryati MPd usai mendengarkan dan melihat paparan salah satu pembicara tentang Open Class pada konferensi dan seminar ICLS, Jumat (10/9/2021). Kegiatan ICLS itu sendiri bagian dari Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Unimus.

Menurut Dr Eny yang juga Ketua Task Force Hibah PKKM dan Dekan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) ini, lewat Open Classes berbasis Lesson Study (LS) ini pembelajaran bisa menjadi lebih variatif, lebih menyenangkan bagi para siswa dan para guru banyak menyerap ilmu dan skill terkait LS. Para guru berharap Unimus melakukan follow up dan pembaharuan sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa menjadi lebih berwarna, lebih variatif.

“Saya berterimakasih kepada Dr Eny dan Unimus yang dengan sabar membimbing dari perencanaan LS, lalu revisi revisi, open class, re-desain, terus dibimbing sehingga menghasilkan pembelajaran yang menarik. Ke depan pengetahuan dan skill open class lesson study bisa untuk bekal kami mengajar. Kami juga bisa sharing ke guru-guru lainnya yang belum dapat kesempatan ikut program ini. Dengan lesson study maka pembelajaran menjadi sangat menyenangkan” ujar salah seorang guru SMK Muhammadiyah 1 Semarang yang presentasi open class lesson study di konferensi ICL tersebut.

Pada sesi open class, seorang guru mengajar di kelas (baik lewat daring maupun luring) dengan disaksikan para guru lainnya dan dosen sebagai observer. Para observer ini memberi masukan kepada guru pengajar yang kemudian guru me-redesain lagi lesson study sehingga menjadi lebih baik. Sejumlah sekolah yang dijadikan mitra Unimus dalam kegiatan lesson study di antaranya SD Bintaro 2 Demak, SMP Muhammadiyah 2 Batu Malang, SMAN 15 Semarang dan SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Sedangkan dosen Unimus yang menjadi mentor atau pembimbing di antaranya Dr Eny Winaryati MPd, Fitria Fatichatul Hidayah SSi MPd, Dr Nur Widodo MPd dan Dr Sri Utaminingsih (dosen UMK). (sgi)

 

BERITA REKOMENDASI