Operasi Pasar, Pertamina Siapkan 9.280 Elpiji Melon

SEMARANG, KRJOGJA.com – PT Pertamina MOR IV Jawa Bagian Tengah, Selasa (12/9/2019) menggelar Operasi Pasar Elpiji Subsidi kemasan 3 kg yang sempat dikabarkan terjadi kekosongan hinga masyarakat kesulitan untuk membelinya. Operasi pasar di Jawa Tengah digelar di 17 titik dengan total jumlah 9.280 tabung kemasan 3 kg. Masing-masing wilayah antara lain Semarang, Kabupaten Kudus, Jepara dan Banyumas.

Di Semarang Operasi Pasar digelar di SPBU Kedungmundu Fatmawati menggandeng agen Elpiji PT Julian Putra Madiri dengan menyediakan 560 tabung dan dijual per tabung Rp 15.500, sesuai Harga Eceran Terendah (HET) yang direkomendasikan untuk kategori Elpiji Subsidi. Sayangnya jumlah tersebt tidak dapat langsung habis terjual, lantaran pembeli dibatasi dan harus menunjukkan KTP. Pembelian diatur satu nama KTP berhak membeli hanya 1 tabung.

GM PT Pertamina MOR IV Jawa Bagian Tengah, Ibnu Chouldum yang mengawasi jalannya OP Elpiji mengatakan, penjualan sengaja dibatasi agar tidak terjadi pembelian sebanyak-banyaknya oleh pengecer. "Kita harus batasi, agar pembelian tepat hanya dilakukan oleh mereka yang berhak mendapatkan subsidi. Saya lihat sendiri banyak mereka yang membeli untuk dijual kembali. Saya tegaskan ini tidak bisa, sebab yang berhak menjual itu agen dan pangkalan. Kalau ini dibiarkan kasian masyarakat, elpiji 3 kg subsidi tidak boleh dimainkan", tegas Ibnu Chouldum.

Dia menegaskan stok elpiji tabung 3 kg tidak habis atau persepsi di masyarakat langka. Berapapun dibutuhkan menurutnya Pertamina siap stok. Namun karena barang tersebut merupakan barang subsidi dan khusus diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, maka ada regulasi yang mengaturnya. 

Persoalan sampai sekarang ini masyarakat ada yang kesulitas mendapatkan elpiji 3 kg, kata Ibnu Chouldum akibat pergeseran penggunaan elpiji subsidi. "Kalau dulu konsumsi elpiji banyak digunakan untuk menghidupkan kompor guna keperluan masak, kini elpiji 3 kg justru banyak yang digunakan sebagai sumber tenaga mesin pengering dan penggerak perahu. Ada pula juga untuk penggerak mesin pompa air untuk pengairan lahan pertanian. Sehingga konsumsi diluar perkiraan tersebut menyedot konsumsi untuk memasak. (Cha)

BERITA REKOMENDASI