Operasi Pasar, Salatiga ‘Digelontor’ Kedelai 20 Ton

SALATIGA, KRJogja.com- Perajin tempe tahu di Jateng dan di Salatiga sedikit lega, pasalnya ‘digelontor’ kedelai sebagai bahan baku untuk meringankan para perajin di tengah pandemi covid19 dan harga kedelai yang mahal. Badan Ketahanan Pengan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan dua importir melalui asosiasi dan Puskopti Jateng menggelar operasi pasar kedelai.

Ketua Puskopti Jawa Tengah, Sutrisno Supriyantoro yang juga Ketua Primkopti Handayani Salatiga mengatakan jumlah tahap pertama operasi kedelai ini jumlahnya 104 ton untuk 5 daerah, masing-masing Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Klaten, Kabupaten Magelang dan Pekalongan. “Untuk Kota Salatiga mendapatkan 20 ton kedelai dalam operasi pasar ini,” jelas Sutrisno Supriyantoro kepada KRJogja.com, Senin (25/01/2021).

Terkait dengan kebijakan Pemkot Salatiga, Sutrisno Supriyantoro berharap ada langkah riil dalam membantu nasib perajin tempe dan tahu khususnya di Salatiga. Untuk Salatiga jumlah perajin sebanyak 243 orang, namun dalam operasi pasar kedelai tahap pertama ini yang mendapatkan 150 perajin terlebih dahulu.

BERITA REKOMENDASI