Paguyuban Kades Ancam Apatis Pilkada

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Paguyuban Persaudaraan Kepala Desa (PPKD) Kabupaten Kudus mengancam akan bersikap apatis terhadap seluruh kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Jawa Tengah maupun Pemilihan Bupati Kudus tahun 2018. Hal itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat yang dinilai telah melecehkan kepala desa (kades) saat berlangsung kegiatan konsolidasi di GOR Wergu Wetan, Selasa (19/12/2017) siang.

Ketua PPKD Kudus, Kiswo menyatakan, KPU telah bersikap tidak simpati dengan melakukan penolakan kades dalam kegiatan Konsolidasi Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus. Padahal pihaknya datang atas undangan resmi, dengan harapan bisa mendapatkan materi yang nantinya dapat disosialisasikan kepada warga di tingkat desa.

Terdapat sekitarb 40-50 kades yang akhirnya memilih meninggalkan tempat karena tidak diizinkan masuk ruang pertemuan. Puluhan kades terlambat datang, karena pada saat hampir bersamaan harus menghadiri sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Griptha yang tidak boleh diwakilkan.

Sekretaris PPKD Kudus Alex Fahmi bersikap lebih keras. Menurutnya, jika KPU tidak proaktif menyelesaikan masalah ini, seluruh kades di Kudus akan bersikap masah bodoh terhadap penyelenggaraan pilkada. Di Kudus, saat ini terdapat 123 kades yang tergabung dalam PPKD.

Sementara Ketua KPU Kudus Khanafi tidak membantah telah terjadi miskomunikasi dengan para kades di Kudus. Sebenarnya, dalam kegiatan nitu pihaknya telah meminta maaf dan mengizinkan para kades untuk masuk dalam ruang pertemuan. Namun karena mungkin sudah telanjur kecewa, tawaran itu ditolaknya. “Kami mohon maaf, tak ada niatan KPU bertindak seperti itu,” katanya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI