Paguyuban Kades Ingin Seleksi Perangkat Diulang

KENDAL, KRJOGJA.com – Pelaksanaan seleksi perangkat desa yang digelar serentak minggu kemarin (17/12) ternyata menuai banyak protes. Lembaga Penjamin Mutu Pendidik (LPMP) Jawa Tengah oleh sejumlah desa dianggap tidak mampu sebagai penyelenggara karena banyak kendala teknis yang mengakibatkan kerugian peserta.

Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Kendal, Bambang Utoro Selasa (19/12) mengatakan jika LPMP sudah menyalahi Perbup dimana pelaksanaan seleksi perangkat desa adalah serentak, namun kenyataanya dibagi 3 sesi. 

"Sebagai penyelenggara test LPMP sudah menyalahi peraturan bupati yang mangatakan seleksi perangkat desa berlangsung serentak namun dalam kenyataanya dilaksanakan 3 sesi,"ujar Bambang.

Menurut Bambang hingga Senin kemarin banyak sekali laporan yang masuk, jumlahnya bisa ratusan desa yang melakukan protes. Setiap  kecamatan ada desa yang mengajukan aduan dan protes. Untuk itu pihaknya sedang rapatkan bersama pemerintah daerah untuk nantinya dilakukan tes ulang atau lainnya. 

"Nilai juga tidak langsung keluar , bahkan ada beberapa nilai yang tidak keluar sama sekali padahal sudah mengerjakan soalnya,"lanjut Bambang.

Kualitas LPMP Jateng sebagai penyelenggara menurut Bambang dipertanyakan padahal setiap desa sudah membayar kepada LPMP sebesar Rp 200 ribu untuk setiap peserta. Dengan jumlah peserta sebanyak 4.000 orang lebih, LPMP minimal sudah menerima Rp 800 juta. 

“Seharusnya dengan dana sebesar itu, penyelenggaraan tes bisa dilakukan serentak entah mau tes dilaksanakan di luar kendal yang memang memiliki kapasitas komputer dan jaringan internet yang memadai. Sehingga tidak ada peserta yang merasa dirugikan,” lanjutnya. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI