Pahami Konsep Produksi Bersih, IKM Ryans Jeans Bertahan Ditengah Pandemi

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com- Pesatnya perkembangan industri menimbulkan masalah pencemaran semakin serius, tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga berakibat fatal bagi makhluk hidup terutama pada manusia.

Demikian pula di industri tekstil, zat warna limbah tekstil bila dibuang ke perairan dapat menyebabkan pencemaran air dan pencemaran tentu saja merusak lingkungan dan mengancam kesehatan manusia.

Tim pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Semarang (Polines) terdiri Dr Edi Suhartono (ketua, dosen Teknik Sipil), Dr Dra Setyowati Rahayu Msi (anggota, dosen Teknik Mesin), B Setyobudi (anggota, Dosen Teknik Sipil) dai M Yusa (anggota, dosen Jurusan Informatika Universitas Negeri Bengkulu) melakukan pengabdian masyarakat skema Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) tahun 2021 di Kabupaten Pekalongan.

“Kami bermitra dengan UKM Ryan Jeans klaster Blue Jeans Surobayan Wonopringgo Pekalongan yang mempunyai permasalahan tentang pencucian blue jean, pewarnaan blue jean, pengolahan limbah cair, dan pemasaran hanya berdasarkan pesanan. Tujuan kegiatan PPPUD untuk meningkatkan kinerja industri kecil dalam bidang ekonomi sosial dan lingkungan sehingga dapat menuju industri yang ramah lingkungan dan green product” ujar Ketua Tim Dr Edi Suhartono MSi kepada pers di kampus Polines, Sabtu (9/10).

Selain merancang IPAL Anaerob Aerob, menurut Dr Edi Suhartono MSi, Tim pengabdian Polines ini juga melatih karyawan industri kecil menegah (IKM) untuk menggunakan zat pewarna alam dan berangsur angsur mengurangi buangan air limbah kimia. Sehingga kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan kadar TSS (Total Suspended Solid) yang dibuang ke saluran pembuangan telah sesuai sesuai Perda Jateng Nomor 5 Tahun 2012 tentang baku mutu air limbah untuk BOD kurang dari 60 mg/L dan TSS kurang dari 50 mg/L B dengan baku mutu.

“Pada umumnya kadar BOD yang dibuang berkisar ntara 60 mg/L. Bahkan Tim Polines menunjukkan pada debit 200 m3/hari dengan kadar BOD awal dari 200 mg/L menjadi 12 mg/L dan TSS awal dari 678 mg/L menjadi 40,7 mg/L sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan dan mampu menjadi industri ramah lingkungan” tandas Dr Edi Suhartono. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI