Pajak Daerah Salatiga Terancam Tak Penuhi Target

SALATIGA, KRJOGJA.com – Target pendapatan dari sektor pajak daerah Salatiga tahun 2020 terancam tidak terpenuhi. Sampai perhitungan bulan Oktober 2020 dari target Rp 55,583 miliar masih tercapai Rp 45,039 miliar. Pemerintah Kota Salatiga juga memberikan hadiah kepada wajib pajak di Salatiga.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Salatiga, Adhi Isnanto mengatakan pihaknya tetap optimistis bahwa pajak daerah akan tercapai targetnya di akhir tahun 2020. “Penghitungan tersebut masih sampai Bulan Oktober 2020, sehingga masih ada waktu dua bulan mengejar target agar tercapai Rp 55.583.703.500,” jelas Adhi Isnanto dihubungi KRJogja.com, Minggu (29/11).

Pendapatan dari sektor pajak daerah di Salatiga lantaran wabah pandemi covid19, yang hampir semua sektor ekonomi mengalami penurunan dan bahkan banyak yang tutup Pihak Pemkot Salatiga selama pandemi juga memberikan relaksasi dengan keringanan (stimulus) pajak bagi wajib pajak seperti pajak hotel, restoran, parkir, ABT dan PBB-P2.

Strategi meningkatkan kesadaran wajib pajak dan menggali potensi pajak, BKD mempermudah proses pembayaran pajak dan bekerja sama dengan tiga bank pemerinta, yakni Bank Jateng, BRI, dan Bank Mandiri.

Walikota Salatiga, Yuliyanto menjamin bahwa pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak dimanfaatkan tepat sasaran karena proses pembayaran pajak diawasi oleh pihak internal dan eksternal. Sebagai bukti pajak tersebut bermanfaat, yakni dengan pembangunan di Salatiga. “Pembangunan di Salatiga semakin maju karena peran serta para wajib pajak,” kata walikota.

Sementara itu, wajib pajak teladan yang mendapatkan piagam adalah adalah Bumi Kayom/Langit Senja, Pizza Hut, Unihouse, Grand Wahid Hotel, Pondok Keluarga Osamaliki, Hotel Permata, Soto Pak Warsi, RM. Ayam Goreng Joyo, PT. Selalu Cinta Indonesia (SCI), dan PT. Indo sakura Indah. (Sus)

BERITA REKOMENDASI