Pandemi Tantangan untuk Pertahankan Borobudur Marathon

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRjogja.com – Ketua Yayasan Borobudur Marathon (BorMar) Liem Chie An menganggap, pandemi merupakan tantangan untuk mengatakan tetap mempertahankan agar event BorMar tetap eksis. Justru dengan pandemi, BorMar bisa tetap dailaksanakan dengan inovasi blirian dari panitia. Sementara even-even lain terpaksa harus tiarap.

Ketua Yayasan BorMar, Liem Chie An, mengatakan hal ini kepada wartawan di Semarang Kamis (11/11). Diakui terselenggaranya BorMar 2021 ini karena adanya dukungan dari masyarakat, Pemprov Jateng, Bank Jateng, dan TNI/Polri. Dia tidak menampik BorMar telah merebut perhatian masyarakat. Selain dibanjiri pelari lokal dan menjadi magnet bagi runners luar negeri, BorMar juga masuk dalam ”Top 100 National Calendar of Events” Kemenparekraf. BorMar telah menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar Candi Borobudur.

Sejak tahun 2020 karena hantaman pandemi, event lari prestisius ini hanya digelar di dalam kompleks Taman Wisata Candi Borobudur Magelang dengan prosedur karantina, tes swab, prokes ketat dan tanpa penonton. Saat itu dikemas dengan sistem hybrid, yaitu offline bagi pelari elite dan virtual bagi peserta umum.

Pada penyelengaraan BorMar 2021 pada 27-28 November mendatang, BorMar kembali menggunakan model hybrid. Namun bedanya, tahun ini digeber selama dua hari yaitu elit race (marathon) di hari pertama, dan Bank Jateng Tilik Candi (half marathon) untuk pelari umum pada hari kedua bersama start untuk peserta virtual.

“Bagi saya ini ujian dan tantangan. Memberi pembelajaran apakah kita bisa melewati ujian apa tidak,” ujar Liem.

Liem mengakui penyelenggaraan BorMar selama ini di luar ekspektasinya, baik ketika sebelum maupun saat pandemi Covid-19, karena BorMar ternyata mendapat dukungan besar masyarakat maupun stakeholder. (Bdi)

BERITA REKOMENDASI