Panggung 17an Tak Mau Dibubarkan, Kades Lawan Satgas Covid

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Percekcokan antara Kepala Desa Kebonagung Kecamatan Ngampel, Widodo dengan petugas dari satgas Covid-19 nyaris berujung baku hantam. Kejadian tersebut terekam dalam video amatir warga yang sempat viral. Dalam rekaman tersebut tampak Widodo tidak mau bubarkan panggung bahkan melalui pengeras suara dirinya sempat melakukan provokasi.

Widodo juga sempat melawan petugas dan terlihat saling dorong. Warga sempat berteriak membela Kepala Desanya, beruntung situasi segera dapat segera dikendalikan.

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (17/08/2021) malam kemarin. Saat dikonfirmasi Kepala Desa Kebonagung tidak mau memberikan komentarnya.

Terkait peristiwa tersebut Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto mengatakan sangat menyayangkan sikap Kepala Desa Kebonagung yang tidak memberi contoh yang baik bagi warganya.

“Saya sudah mendapat laporan. Ya seharusnya seorang Kades bisa memberi contoh yang baik. Bukan malah berani melawan petugas yang mencoba mengingatkan agar acara dihentikan, karena masih dalam pelaksanaan PPKM level 4,” ujar Kapolres melalui sambungan telepon, Rabu (18/08/2021).

Pihaknya menegaskan akan melakukan pendekatan dengan melakukan tracing kepada warga. Jika nantinya banyak ditemukan warga yang terpapar Covid-19, maka akan memproses masalah ini dan memanggil para pihak terkait penyelenggaraan acara tersebut.
Menurutnya dalam pelaksanaan PPKM Level 4 ini dan aturan pemerintah jelas bahwa belum boleh untuk mengadakan acara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 76 yang bisa mengundang kerumunan warga.

“Ini jelas sudah melanggar aturan prokes dan sudah kita ingatkan, tapi malah melawan. Jadi sangat kurang pas sebagai seorang Kades. Ya nanti akan kita proses. Karena kalau didiamkan bisa kontra produktif,” lanjutnya.

Dalam laporannya petugas sudah menyampaikan dengan baik, agar acara dihentikan karena melanggar prokes dan tidak berijin. Namun pak Kades menanggapinya dengan arogan dan bahkan dengan nada tinggi menolak untuk membubarkan acara yang di hadiri oleh banyak warga desa tersebut.

Sementara itu Kapolsek Pegandon AKP Zaenal Arifin mengaku sudah memperingatkan agar acara yang mengundang kerumunan dihentikan. Dalam acara tersebut dihadiri 299 warga dan ada sejumlah penyanyi yang akan mengisi acara. “Upaya penghentian sudah kami lakukan secara persuasif namun ditanggapi berbeda,”ujar Zaenal. (Ung)

BERITA REKOMENDASI