Pansus Bank Salatiga Jangan Hanya ‘Akrobat Politik’

SALATIGA, KRJOGJA.com – Kuasa hukum mantan Direktur PD BPR Bank Salatiga dan pegawai akuntan  internal, Sri Mulyono menyatakan agar Pansus DPRD yang mendalami kasus Bank Salatiga untuk benar-benar bekerja serius dan profesional jangan hanya akrobat politik yang pada akhirnya tidak jelas arahnya.

"Saya selaku kuasa hukum dari Widhi dan Sunarti (mantan direktur dan akuntan internal)  berharap pansus PD Bank Salatiga bukan sekadar akrobat politik saja. Tetapi benar-benar mengupas permasalahan dengan tuntas dan terang benderang,” tandas Sri Mulyono dihubungi Krjogja.com, Minggu (02/12/2018) sore tadi.

Dia juga mengungkapkan banyak kejanggalan yang terjadi di bank PD BPR Bank Salatiga. Selama ini bank dianyatakan sehat dans setoran ke PAD  besar. Tetapi fakta hukum, bank ini diduga bermain angka sejak 2008 silam. “Kami dan klien siap untuk diklarifikasi oleh Pansus DPRD Salatiga dan akan kami buka semuanya apa yang sebenarnya terjadi di bank tersebut,” tandas Sri Mulyono.

Diketahui PD BPR Bank Salatiga tersandung masalah dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara kurang lebih Rp 25 miliar. Pihak DPRD Salatiga saat ini membentuk Pansus untuk mengkaji persoalan di Bank Salatiga tersebut. (Sus)

BERITA REKOMENDASI