Pasar Rejosari Salatiga Batal Diinvestasikan, Ini Penyebabnya

SALATIGA, KRJOGJA.com – Sekda Kota Salatiga, Fakruroji menegaskan pemutusan kontrak kerja sama investasi proyek pembangunan Pasar Rejosari (Pasar Sapi) yang tak kunjung selesai ini memang masih tarik ulur dan mencari format yang jelas dan tidak merugikan kedua belah pihak. Selain itu, saat ini pihak Pemkot Salatiga masih menunggu anggaran untuk menampung para pedagang Pasar Rejosari.

“Kami dan tim masih mengkaji mengenai pemutusan kontrak dengan investor PT Patra Berkah Itqoni (PBI) yang awalnya akan mengerjakan proyek Pasar Sapi atau Pasar Rejosari. Masalah ini harus segera diselesiakan dengan baik,” tandas Fakruroji kepada KRJOGJA.com, Senin (14/05/2018).

Ditanya mengenai soal kendala pengembalian uang yang dikeluarkan PT PBI dalam membangun penampungan, Fakruroji mengungkapkan bahwa pihak investor meminta kembali bangunan penampungan darurat yang telah dibuat selama ini. Namun ketika Pemkot Salatiga membuat penampungan baru, maka hal itu tidak masalah. Investor akan membawa pergi bongkaran bangunan penampungan tersebut.

“Kami masih akan menganggarkan biaya penampungan bagi pedagang. Kemungkinan bisa masuk di APBD Perubahan 2018. Ketika pemutusan kontrak dilakukan pedagang sudah dipindahkan dari tempat penampungan yang selama ini milik investor,” tandas Fakruroji.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Ardiyantara kepada Krjogja.com mengatakan saat ini memang sedang dibahas pemutusan kontrak tersebut. “Tim membahas langkah-langkah yang elegan dan mediasi yang baik agar tidak menimbulkan hal yang tidak mengenakkan. Sebab kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun dan lokasi pasar mangkrak,” tandas Ardiyantara. (Sus)

BERITA REKOMENDASI