Pasar Tradisional di Salatiga Ditutup Bergantian

Editor: Ivan Aditya

SALATIGA, KRJOGJA.com – Dinas Perdagangan Salatiga melakukan penyemprotan cairan desinfektan seluruh pasar tradisional bergantian. Langkah ini dilakukan menyusul peningkatan kasus covid19 di Salatiga.

Kepala Dinas Pasar Kusumo Aji kepada wartawan mengatakan pasar tradisional ditutup secara bergantian agar bisa dilakukan penyemprotan desinfektan. Setiap pasar ditutup sehari untuk disemprot.

Diakuinya, penutupan sehari terhadap masing masing pasar sempat mendapat komplain pedagang. Pemahaman terhadap situasi ini, Dindag menggandeng paguyuban pedagang pasar.
Mengenai kemungkinan tutup serentak selama dua atau tiga hari, Kusumo Aji mengaku kesulitan, karena menyangkut hajat hidup masyarakat. “Yang pasti Kita terus mengingatkan tentang protokol kesehatan,” kata Kusumo Aji dihubungi, Minggu (27/06/2021).

Penutupan dilakukan sehari untuk masing masing kelompok pasar. Kelompok pertama yakni di pasar Pasaraya 1, pasar ayam dan ikan, pasar pagi dan eks hasil. Kemudian kelompok dua yakni pasar Blauran 1 dan Blauran 2. Pasar shoping tutup bersamaan atas dan bawah.

Kelompok lain yakni pasar Andong, Rejosari, Krenceng, Banyuputih dan Pasar Jetis. Sementara pasaraya 2 tutup berbeda hari dengan lainnya.

Penyemprotan juga dilakukan di sejumlah kompleks perumahan di Salatiga. Salah satunya di Perumahan Domas Kota Salatiga. “Prokes dan penyemprotan kami lakukan sebagai antisipasi penyebaran covid19, ” kata tokoh RW 10 Perum Domas, Haryanto. (Sus)

BERITA REKOMENDASI