Pasca Tawur Antar Pelajar SMK, Polisi Geledah Tas dan HP Siswa

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, Krjogja.com – Kasus tawur melibatkan pelajar antar sekolah kejuruan di Semarang hingga meminta korban luka mengundang keprihatinan bebagai kalangan. Polisi dalam upaya menghindari tawur susulan mendatangi ke sekolah yang siswanya bermasalah mengumpulkan guru,orang tua murid, siswa serta menggeledah tas para siswa.

“Kami telah mendatangi SMK 3 mengumpulkan orang tua, guru, siswa dan menggeledah tas siswa. Menggeledah mencari kemungkinan diantara siswa membawa senjata tajam.Selain itu mengecek ponsel milik siswa guna mencari informasi tentang ajakan provokasi aksi tawuran di media sosial Instagram,” ungkap Kasi Humas Polrestabes Semarang AKP Faisal, Sabtu(4/9).

Seperti telah diberitakan sebelumnya, tawuran pelajar SMK 3 vs SMK 4 terjadi Kamis(2/9) sore di area Taman Indonesia Kaya, Menteri Supeno, tidak jauh dari SMK 4, Semarang. Tawur terjadi usai vaksinasi pelajar meminta korban seorang terluka parah akibat sabetan senjata tajam.

Kedatangan personil Polrestabes Semarang bersama Polsek Semarang Selatan sore hari sebelumnya dipimpin Kasat Binmas Polrestabes Semarang AKBP Drs. Muh Samdani bertujuan untuk menghindari tawur susulan. Sementara dari hasil penggeledahan tas para siswa tidak ditemukan hal hal yang membahayakan.

Kasat Binmas Polrestabes Semarang AKBP Drs. Muh Samdani mengimbau kepada orang tua, guru untuk lebih ketat dalam mengawasi peserta didiknya agar tidak terlibat dalam tawuran dan aksi kejahatan lainnya. Demikian juga kepada para siswa SMKN 3 diminta tidak mudah terprovokasi dengan ajakan aksi tawuran yang ujungnya justru merugikan diri sendiri.

“Para wali murid, orang tua dan juga guru-guru sekolah supaya betul-betul mengawasi anak didiknya. Guru mengawasi anak didik di sekolah dan di rumah tugas orang tua,” ucapnya.

BERITA REKOMENDASI