Pastikan Pemudik Nyaman, EVP Daop 4 Semarang Inspeksi

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG (KRJogja.Com) – Stasiun Kereta Api Besar Tawang Semarang telah mempersiapkan layanan kedatangan maupun keberangkatan penumpang mudik. Prediksinya selama mudik ini akan ada 505.000 penumpang yang datang dan pergi dari Stasiun Kereta Api Besar Tawang.

Menurut EVP Daop 4 Semarang Wiwik Widayanti usai menggelar apel kesiapan menyambut arus mudik lebaran jajaran Daop 4 Semarang, Kamis (15/6/2017) di lapangan parkir Stasiun Tawang, ada 62 perjalanan kereta yang berhenti dan berangkat dari Stasiun Kereta Api Besar Tawang Semarang. Oleh karena itu pihaknya kini mengupayakan kelancaran, keamanan dan kenyamanan dalam melayani pemudik.

Beberapa stasiun, khususnya tawang menurut Wiwik telah dipersiapkan sebaik mungkin. Terutama untuk kelancaran, kenyamanan dan keamanan. "Kami telah mengapelkan perangkat pengamanan dan pelayanan guna kesiapan menyambut arus mudik. Perjalanan kereta api ini akan kami kawal, selain itu jalur kereta juga tidak luput dari pengamanan. Ada Polisi Khusus KA yang akan mengamankan perjalanan kereta diback up oleh TNI dan Polri. Hal ini semata-mata untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pemudik selama di perjalanan", ungkap Wiwik saat menginspeksi kesiapan perangkat di stasiun Tawang.

Daop 4 Semarang juga telah mengantisipasi kerawanan yang bisa saja muncul di 489 perlintasan kereta api, baik yang berpalang pintu maupun tidak, terutama perlintasan yang terdapat jalan setapak di wilayah-wilayah terpencil pedesaan.

Bagi perlintasan tanpa palang pintu yang ada di wilayah-wilayah yang terdapat aktifitas masyarakat, Daop 4 Semarang telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dalam mengupayakan pengamanannya. Namun untuk yang terdapat perlintasan jalan setapak, pihak kereta api sudah mengamankannya dengan menutup akses supaya tidak mudah dilalui.

"Kami masih menerima laporan banyaknya aksi pelemparan hingga mengakibatkan kaca-kaca gerbong pecah dan tidak sedikit melukai penumpang. Oleh karena itu kami terus mensosialisasikan dan menurunkan petugas untuk mengamankan jalur kereta. Belum lama ini KA Kaligung yang menjadi korban pelemparan di wilayah Weleri", ungkap Wiwik. (Cha)   

 

BERITA REKOMENDASI