PAUD Bukan Tempat Belajar Calistung

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Konsep bermain dan belajar yang seharusnya dilakukan untuk membentuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan soal bagaimana anak dapat cepat membaca, menulis dan berhitung (calistung). Tetapi yang harus dilakukan para guru atau pendidik PAUD adalah, mengenalkan cara berkolaborasi pada anak, menemukan kreativitas, kemudian menjadi cinta sekolah dan cinta belajar.

Hal itu diungkapkan pengajar PAUD Masehi Kudus, Wening Damayanti, yang juga Ketua Panitia Konferensi dan Festival PAUD yang digelar di gedung Pusat Belajar Guru (PBG), Selasa (26/11). Konferensi berlangsung hingga 27 November 2019. Konferensi ini memberikan kesempatan lebih dari 200 pendidik PAUD Kudus untuk datang bersama belajar serta melihat praktik-praktik menjawab tantangan PAUD saat ini.

Kegiatan dalam rangka Hari Guru Nasional itu, sebagai bentuk transformasi PAUD dalam mengembangkan berbagai praktik inovatif pembelajaran berbasis bermain, untuk menyikapi pesatnya perkembangan revolusi industri 4.0. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Pusat Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Jawa Tengah, Ir Djajeng Baskoro MPd, Bunda PAUD Kudus Mawar Hartopo, Kepala Dinas Kependidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Drs Joko Susilo dan jajarannya.

Kepala Pusat Pengembangan PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, Djajeng Baskoro mengatakan, sikap belajar sepanjang hayat telah dibentuk sejak anak usia dini oleh guru PAUD yang tidak pernah berhenti belajar dan berinovasi. Berbagai strategi dan peningkatan kualitas PAUD dapat menjadi motivasi, tidak hanya di Kudus tetapi juga daerah lain. Sebanyak 70 persen potensi anak digali saat belajar di PAUD. “Di Jawa Tengah ada sekitar 32 ribu PAUD,” ungkapnya.

Konferensi Guru dan Festival PAUD di Kudus ini memberikan peluang bagi pendidik dari berbagai lembaga untuk berbagi hasil penerapan play-based learning atau pembelajaran berbasis bermain yang telah berhasil memberikan dampak pada anak didik. Di antaranya pengembangan keterampilan 4C, yaitu Critical Thinking,Creativity, Communication, and Collaboration yang sangat penting untuk menyiapkan generasi penerus menghadapi tantangan dan peluang abad 21.

Pihaknya menyambut positif konferensi yang merupakan karya kolaborasi antar pendidik dari Guru Inti PBG Kudus, PAUD Terpadu Kalirejo, PAUD Cahaya Nur, PAUD Masehi, PAUD Kanisius dan RA NU Matholibum Ulum 01 Gebog. Juga didukung partisipasi berbagai pakar dari luar Kudus yakni PT Kuark Internasional yang sejak 2017 aktif memberikan pendampingan, serta Prof Nena P Valdez, BSc MA PhD sebagai pembicara keynote konferensi. (Trq)

BERITA REKOMENDASI