PCNU Semarang Ziarah Makam Mahaguru Ulama Nusantara

SEMARANG KRJOGJA.com – Hari Santri Nasional dipandang sebagai momentum yang penting dalam mengingatkan bangsa ini. Ulama Indonesia dipandang memegang teguh nilai kebangsaan. Resolusi jihad KH Hasyim Asy'ari merupakan salah satu peran nyata ulama dalam menjaga keutuhan NKRI. Demi mengajarkan hal tersebut pada masyarakat, PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) Kota Semarang dalam menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober mendatang, menggelar ziarah ke makam para tokoh ulama KH Sholeh Darat dan KH Ridwan Mujahid, Kamis (19/10/2017) sore.

KH Shaleh Darat dikenal sebagai Mahaguru Ulama Nusantara ini. Dalam sejarahnya KH Hasyim Asy'ari, KH Ahmad Dahlan dan R.A. Kartini pernah berguru pada KH Sholeh Darat. Sedangkan KH Ridhwan Mujahid merupakan sesepuh Nahdlatul Ulama asal Semarang.

KH Ridwan Mujahid juga merupakan salah satu murid KH Sholeh Darat. Selain itu merupakan salah satu 'Muassis Nahdlatul Ulama' (Pendiri NU) yang masih keturuan Ulama dari Lasem.

Makam KH Ridwan Mujahid berada di Pemakaman Umum Bergota, tepatnya di selatan Makam KH Sholeh Darat, satu area makam keluarga H. Abu Bakar Kauman.

Oleh para pendiri NU, KH Ridwan Mujahid diamanahi sebagai Musytasyar Syuriyah dalam struktur Pengurus NU periode pertama bersama dengan KH Muhammad Zubair Gresik, KH R Muntaha Bangkalan Madura, KH Mas Nawawi Sidogiri, Syaikh Ahmad Ghonaim Al Mishri, KH R Asnawi Kudus dan KH Kamal Hambali Kudus. Adapun Rois Akbar dipegang oleh KH M Hasyim Asy’ari dan Katib KH Abdul Wahab Chasbullah.

Keberadaan KH Ridwan Mujahid dalam struktur NU semakin membawa daya tarik bagi masyarakat Semarang. Maka KH Ridwan Mujahid mengajak KH Abdullah dan KH Showam untuk mendirikan NU Kota Semarang. Tepat tanggal 24 April 1926, pengurus NU Cabang Kota Semarang berdiri dan dilantik oleh Katib Syuriyah KH Abdul Wahab Chasbullah.

Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anashom mengungkapkan bahwa jasa Kiai Ridhwan ini sangat besar dalam dakwah dan perjuangan kemerdekaan. "Kiai Ridhwan ini termasuk Ulama yang melahirkan generasi-generasi emas," kata Kiai yang berprofesi sebagai Dosen Universitas Islam Negeri Semarang.

Lebih lanjut  KH Anashom juga menerangkan tentang Kiai Sholeh yang saat ini banyak dijadikan objek penelitian para doktor. "Keilmuan Kiai Sholeh ini luar biasa, sekarang ini banyak menjadi bahan penelitian. Salah satu yang mendapat gelar doktor dari ilmu mbah Sholeh Darat ini katib Syuriah PCNU Semarang Pak In'am (Dr. K.H. In'amuz Zahidin)," terang Anashom kepada wartawan. (Cha)

 

BERITA REKOMENDASI